RINGKASAN BERITA:
Jemaah haji asal Balikpapan mencegat Menhaj Irfan Yusuf di pelataran Masjidil Haram untuk mencurahkan kepuasan pelayanan.
Manajemen Bus Shalawat dinilai sangat responsif karena datang silih berganti tanpa memicu antrean panjang jemaah.
Distribusi katering dinilai memuaskan, tepat waktu, serta menjaga stamina jemaah lewat menu otentik Nusantara.
Menhaj mengonfirmasi kesiapan operasional Armuzna lewat penguncian kuota resmi 80.000 murur dan 20.000 tanazul.
Makkah (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, mendengarkan langsung curahan hati spontan dari rombongan jemaah haji reguler yang sedang menunaikan ibadah umrah wajib di pelataran luar Masjidil Haram, Makkah.
Pertemuan tanpa sekat antara jemaah dengan pimpinan tertinggi Amirulhaj tersebut juga diwarnai apresiasi terhadap keandalan sirkulasi Bus Shalawat 24 jam serta ketepatan distribusi menu katering Nusantara.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, inspeksi lapangan ini bergulir pasca-pendaratan delegasi besar Amirulhaj gelombang kedua di Tanah Suci.
Hadirnya testimoni kepuasan langsung dari akar rumput ini sukses menghapus kecemasan pihak keluarga di tanah air.
Aksi pencegatan humanis tersebut diinisiasi oleh rombongan jemaah haji asal Embarkasi Balikpapan (BPN) yang secara kebetulan berpapasan dengan Gus Irfan—sapaan akrab Menhaj. Mereka langsung bersalaman erat dan mengungkapkan pengalamannya selama dikawal oleh petugas haji sejak mendarat di bandara kedatangan.
“Terimakasih Pak Menteri, pelayanan luar biasa. Mulai dari turun pesawat kemudian pindah ke bus tidak ada kosong, sambung terus petugasnya. Lincah-lincah petugasnya,” ungkap Syahrir Djalil, salah satu jemaah haji dari Balikpapan dengan wajah sumringah.
Belum sempat Gus Irfan memberikan respons, jemaah lain dalam rombongan tersebut langsung menimpali dengan kesaksian serupa mengenai kepekaan sosial petugas di lapangan yang dinilai sangat akomodatif dan ramah lansia.
“Salut luar biasa. Inisiatifnya terutama. Masyaallah. Kalau ada yang tua, langsung respon dibantu, masyaallah luar biasa. Mudah-mudahan terus begini pelayanannya Pak. Bus-nya Indonesia ini benar-benar tidak ada putusnya, alhamdulillah. Kita tak lama menunggu, sudah datang lagi,” puji jemaah tersebut.
Selain ketepatan moda transportasi massal, jemaah haji bernama Muhammad Subhan membeberkan kualitas manajemen pangan yang disajikan PPIH Arab Saudi. Menurutnya, lauk-pauk bercita rasa Nusantara yang didistribusikan ke tiap hotel pemondokan terbukti lezat, cocok dengan lidah daerah, serta tiba dalam kondisi hangat secara berkala.
“Makannya enak, alhamdulillah makanannya cocok dan tepat waktu. Mulai dari Embarkasi Balikpapan, kami sudah salut. Dari segi konsumsi sebentar-sebentar lagi ada snack (camilan), bikin kenyang dan sehat terus kita ini ya,” urai Subhan.
Apresiasi senada dikemukakan oleh Tedjo Suparno, jemaah haji yang ikut membaur di pelataran kiblat umat Islam tersebut.
“Saya merasa dilayani dengan sangat baik sekali, terima kasih untuk pemerintah, untuk Pak Menteri, petugas haji, dan seluruh jajarannya kami sudah dilayani dengan baik. Mudah-mudahan nanti sampai akhir prosesi ibadah haji ini pelayanannya juga baik,” harap Tedjo.
Mendengar rangkaian kalimat positif yang keluar langsung dari lisan para jemaah, Gus Irfan mengaku sangat terharu sekaligus bangga atas dedikasi tanpa jeda yang ditunjukkan oleh segenap petugas haji. Kendati demikian, Menhaj menginstruksikan seluruh jajaran PPIH agar tidak terlena atau menurunkan tensi kesiapsiagaan operasional.
“Terharu juga dengan kerja keras teman-teman di lapangan. Namun saya harap tidak menjadikan lengah. Saya berharap kepada para petugas tetap serius untuk mempertahankan kinerja yang sudah bagus ini. Syukur-syukur bisa ditingkatkan lagi,” ungkap Gus Irfan.
Menhaj juga mengingatkan bahwa puncak penyelenggaraan ibadah haji, yaitu Armuzna akan segera berlangsung dalam waktu dekat. Petugas diharapkan mempersiapkan pelayanan lebih baik.
“Mudah-mudahan nanti, minggu depan kita masuk Armuzna, sampai nanti kita ada pendorongan ke Madinah lagi. Mudah-mudahan petugas kita tetap seperti yang kita harapkan. Dedikasi tinggi, mau bekerja keras, dan tidak kenal lelah. Terima kasih buat para petugas haji kita yang sekarang,” tutur Gus Irfan kepada awak Media Center Haji.
Guna mengamankan sirkulasi jutaan manusia pada fase puncak Masyair yang akan dimulai serentak dengan pendorongan massal ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) mendatang, Menhaj memastikan pemerintah telah mengunci izin dua skema krusial bersama Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.
Regulasi perlindungan ini mencakup pembukaan kuota murur (melintas Muzdalifah di dalam bus) bagi 80.000 jemaah risiko tinggi serta slot resmi tanazul (mabit hotel) untuk 20.000 jemaah demi meminimalkan penumpukan massa di Jamarat lantai 3 melalui Terowongan Muaisim.
“Kita telah menyiapkan berbagai rancangan, termasuk pergerakan murur-tanazul kita sudah hitung. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Kementerian Haji, kita sudah mendapatkan izin untuk murur sebanyak 80 ribu, tanazul 20 ribu jemaah, walaupun sebenarnya kurang. Tapi sementara tahun ini lumayan lah bisa mengurangi kepadatan pergerakan kita, mudah-mudahan tahun depan bisa ditambah lagi jumlah murur dan tanazulnya,” pungkas Menhaj. [ian/MCH]






