Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah pusat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Pasuruan dalam menjalankan program prioritas nasional yang berfokus pada kemandirian ekonomi masyarakat. Agenda besar ini dilaksanakan di Taman Kawasan Mekkah dengan melibatkan ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan pada Selasa siang.
Suasana di lokasi Masjid KHAS Pasuruan semakin meriah dengan berbagai atraksi seni dari para siswa Sekolah Rakyat, mulai dari tari saman hingga pidato bahasa asing. Penampilan tersebut menunjukkan hasil nyata dari intervensi pendidikan yang dilakukan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa program pendidikan khusus ini memang diprioritaskan bagi mereka yang paling membutuhkan dukungan finansial. “Sekolah ini didirikan oleh Bapak Presiden untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, jadi yang merasa mampu sabar dulu,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Menurut pengamatan Mensos, transformasi fisik dan mental anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat tersebut sudah mulai terlihat dalam hitungan bulan. Transformasi ini dianggap sebagai fondasi penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas di tingkat lokal.
Pemerintah juga mulai mengalihkan fokus dari sekadar pemberian bantuan sosial menjadi program pemberdayaan ekonomi yang lebih produktif bagi warga usia kerja. Salah satu wadah yang disiapkan adalah Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di desa-desa.
Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan seperti PKH dan sembako tidak bisa dijadikan sandaran utama selamanya oleh masyarakat. “Supaya panjenengan juga nanti ikut program pemberdayaan dan secara bertahap bisa naik kelas dari segi ekonomi,” jelasnya kepada ribuan warga yang hadir.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang hadir bersama Wakil Wali Kota, menekankan pentingnya akurasi data kemiskinan agar program pusat ini tidak salah sasaran. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kolaborasi ini agar fasilitas keagamaan dan sosial di Kota Pasuruan dapat memberikan manfaat maksimal.
“Ini wujud komitmen dan cita-cita kita semua, semoga kolaborasi antara pusat dan daerah ini dapat terwujud dengan baik,” kata Adi Wibowo. Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti Masjid KHAS Pasuruan serta pembagian paket sembako untuk 1.500 warga sebagai bentuk kepedulian sosial. (ada/kun)






