Malang (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Malang Mochammad Anton alias Abah Anton memilih Dimyati Ayatulloh sebagai calon wakil Wali Kota Malang mendampingi dirinya di Pilkada Kota Malang 2024 mendatang. Kemunculan Dimyati sebagai pendamping Abah Anton di luar prediksi sebelumnya.
Apalagi sebelumnya Abah Anton dikaitkan dengan 2 nama calon wakil wali kota yang sebelumnya sudah melakukan sosialisasi melalui banner maupun media massa. Pertama adalah politisi PSI Ali Muthohirin, dan kedua politisi PKS Ahmad Fuad Rahman. Namun, di luar dugaan Abah Anton justru pilih Dimyati.
“Saya dengan pak Dimyati ini sahabat lama sudah kenal lama. Jadi beliau ini memang murni dari pengusaha jadi saya memang mengajak orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri,” ujar Abah Anton.
“Artinya nanti program kita menyasar masyarakat kecil, peduli wong cilik akan kita lanjutkan. Jadi membutuhkan orang yang memang benar peduli dengan wong cilik sebagai kewajiban pelayan masyarakat,” imbuh Abah Anton.
Proses penunjukan Dimyati juga begitu cepat. Setelah melalui istikarah beberapa hari dan berdiskusi bersama partai akhirnya nama Dimyati Ayatulloh disepakati mendampinginya. PKB menjadi partai pertama yang memberikan rekomendasi pada Abah Anton – Dimyati Ayatulloh. Disusul Partai Demokrat lalu ada PAN yang juga memberikan rekom.
“Di satu sisi kami memang terus melakukan komunikasi antar tokoh politik dengan para pimpinan partai. Bahkan kami sudah bertemu dengan pak Kaesang karena memang kita tidak bisa sendirian kita harus bersama-sama membangun sebuah daerah,” ujar Abah Anton.
“Kita membutuhkan orang yang satu visi dan misi dengan kita dari situ kita lihat. Termasuk partai juga mempunyai visi misi yang sama. Dari pilihan itu semua saya berpikir keras mencari pemimpin untuk regenerasi yang dekat dengan masyarakat. Dan saya tahu betul haji Dimyati ini sangat dekat dengan masyarakat hampir sama dengan apa yang saya lakukan (peduli wong cilik),” imbuh Abah Anton.
Abah Anton sendiri sejak awal memang tidak berhasrat maju bersama tokoh politik. Dia ingin memiliki pendamping dalam membangun Kota Malang bersama sosok yang dicintai para ulama dan memiliki latar belakang pengusaha.
Sehingga tidak mudah tergoda dengan segala intrik politik saat menjabat bersama Abah Anton andai meraih suara terbanyak di Pilkada Kota Malang November 2024 nanti. Semua itu dianggap ada pada sosok Dimyati.
“Yang jelas pak Dimyati ini juga dekat dengan para alim ulama. Soal religius beliau sangat religius itulah yang menjadi pertimbangan kami. Dan dia juga memberikan apa yang sama seperti saya berikan kepada masyarakat. Beliau memang bukan orang politik tetapi saya melihat ada sosial yang begitu besar dari dirinya. Inilah yang saya cari. Dia tidak mencari pekerjaan karena beliau sudah mapan,” ujar Abah Anton. (luc/ian)






