Surabaya, (beritajatim.com) – Apakah Anda pernah merasakan seolah-olah tubuh Anda “terjun” atau jatuh bebas saat baru tertidur, dan tiba-tiba terbangun dengan jantung berdebar? Fenomena ini sangat sering dialami oleh banyak orang dan secara medis dikenal sebagai hypnic jerk atau gerakan hipnik. Sensasi ini umumnya muncul pada fase transisi antara keadaan terjaga dan tidur yang dalam, ketika otot-otot mulai kehilangan kesadaran secara perlahan.
Secara biologis, kejadian ini terjadi karena adanya gangguan komunikasi antara otak dan saraf motorik. Saat Anda mulai terlelap, detak jantung dan laju pernapasan melambat secara signifikan, dan otot-otot menjadi sangat santai. Terkadang, otak menganggap relaksasi otot yang berlebihan ini sebagai tanda bahwa tubuh benar-benar terjatuh atau kehilangan keseimbangan, sehingga ia mengirimkan impuls listrik singkat untuk memicu kontraksi otot demi “menyelamatkan” diri.
Mimpi terjatuh seringkali berupa gambaran yang dibuat oleh otak untuk menjelaskan kejadian fisik tersebut. Imajinasi kita bisa membayangkan diri sedang tergelincir di tangga, jatuh dari tebing, atau tersandung di jalan. Ini membuktikan seberapa aktifnya otak manusia berusaha mencari penjelasan untuk reaksi fisik yang mengalami, bahkan ketika kita berada di tepi ketidaksadaran.
Beberapa aspek gaya hidup diketahui dapat meningkatkan frekuensi terjadinya fenomena ini. Kelelahan berat, tingkat stres yang tinggi, serta konsumsi kafein yang berlebihan di sore hari dapat membuat sistem saraf tetap terjaga. Ketika tubuh dipaksa tidur dalam keadaan pikiran yang masih tegang, peralihan ke fase tidur menjadi tidak lancar dan memicu respons kejutan tersebut.
Walaupun kadang terasa mengejutkan atau sedikit menakutkan, mimpi terjatuh dan gerakan hipnik bukanlah indikasi adanya masalah kesehatan serius. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk beradaptasi dengan fase istirahat. Namun, jika pengalaman ini kerap terjadi, sangat disarankan untuk mencoba teknik relaksasi atau mengatur rutinitas tidur yang lebih teratur agar kualitas istirahat Anda terjaga dengan baik.
Singkatnya, pengalaman merasa jatuh dalam alam bawah sadar hanyalah cara unik tubuh dalam memastikan bahwa segala sistem berfungsi aman sebelum benar-benar beristirahat sepenuhnya. Jadi, jika malam nanti Anda kembali merasakan “jatuh”, jangan khawatir, itu hanya pertanda bahwa otak Anda sedang berusaha keras untuk menjaga keselamatan Anda saat tidur. [Nickma Tsany Byan Leonartha]






