Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya terpaksa harus menelan pil pahit setelah dipermalukan Dewa United 0-3 di pekan ke 31 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (16/4/2024). Meski begitu, Johannes Hendrikus Olde, pelatih Dewa United mengaku jika Persebaya adalah tim yang sulit ditundukkan.
Alhasil, Dewa United mampu mendominasi pada babak pertama yang dibuktikan dengan lahirnya gol pertama melalui Ricky Kambuaya di menit ke 40. “Saya tidak mau ada kesalahan seperti pertandingan sebelumnya, maka sebelum pertandingan saya telah merubah strategi permainan dan hasilnya di babak pertama kami mendominasi permainan dan berhasil mencetak gol,” ungkap Hendrikus.
Namun di babak kedua, pemain Dewa sedikit kesulitan menghadapi Bruno Moreira dan Robson Carlos karena presing pemain Persebaya cukup ketat. Tapi, serangan Ricky Kambuaya dan Ahmad Nufiandani masih mampu mengubah keadaan. Bahkan, kedua pemain tersebut berhasil mengontrol permainan.
“Kita bisa berubah dan mendapatkan poin karena merubah strategi, pemain kami sempat kesulitan dengan presur Bruno dan Robson. Disitu saya tekankan kepada Ricky untuk melakukan transisi dan mengontrol permainan dan hal ini terbukti merubah hasil,” imbuhnya.
Dewa United berhasil melumat Persebaya di hadapan 4.500 Bonek dan Bonita di kandangnya. Dewa United berhasil menciptakan tiga gol lewat tendangan Ricky Kambuaya di menit ke 40, lalu di menit ke 69 dicetak oleh Ahmad Nufiandani dan di menit ke 72 dicetak oleh Alex martins.
Yang lebih menyakitkan, dua gol Dewa United diciptakan mantan pemain Persebaya musim lalu yakni Ricky Kambuaya dan Ahmad Nufiandani.(way/kun)






