Mojokerto (beritajatim.com) – Rangkaian Peringatan Hari Raya Waisak 2567 BE di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto dimulai dengan pradaksina yakni mengelilingi Maha Vihara dan memandikan rupang Buddha kecil. Sementara detik-detik Waisak 2023 berlangsung pukul 10.41.19 WIB.
Dalam tradisi pradaksina, dengan mengenakan pakaian putih dan membawa bunga sedap malam, umat Budha mengenakan berjalan mengelilingi rupang atau patung Buddha tidur dan Maha Vihara Majapahit. Usai berkeliling, dilanjutkan dengan memandikan rupang Budha kecil.
Setiap umat Budhis yang hadir dalam ritual tersebut memandikan rupang Buddha kecil yang ada di depan tempat sembayang Sasono Bhakti. Umat Budhis kemudian masuk tempat sembayang untuk mengikuti puja bakti dan menyambut detik-detik Waisak. Puja bakti sendiri dipimpin oleh Upsaka Pandita UP, Dharmmapalo Saryono.
Pesan Waisak 2567 BE dari Sangha Agung yang dibacakan oleh Ketua Maha Vihara Majapahit, Bhante Nyanaloka Sthavira dengan tema ‘Harmonisasi Masyarakat, Damai Negaranya’. Kerukunan antar umat beragama dan pihak pemerintah merupakan wujud nyata dan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika.
Perwakilan Maha Vihara Mojopahit, Bhante Nyanaloka Sthavira mengatakan, acara Tri Suci Waisak di Maha Vihara Majapahit merupakan rutinitas setiap tahun. Tujuan Waisak ialah untuk memperingati tiga peristiwa yaitu kelahiran Siddharta, pencapaian penerangan agung Siddharta dan Buddha Gautama Parinibbana wafat.
BACA JUGA: Budha Tidur Maha Wihara Majapahit Mojokerto Dicuci Air Bunga
“Rangkaian Waisak dimulai dengan Pradaksina memutari Maha Vihara Mojopahit sebanyak satu kali. Semua umat Budhis membawa bunga sedap malam, tiga batang lilin dan tiga dupa mengelilingi Maha Vihara sebagai simbol penghormatan. Setelah itu dilanjutkan membaca doa-doa susi dan membacakan pesan Waisak,” jelasnya.
Rangkaian Waisak dilanjutkan hingga meditasi menjelang detik-detik puncak Waisak yakni pukul 10.41.19 WIB. Nantinya, lanjut Bhante Nyanaloka Sthavira, umat Budhis akan melanjutkan dengan Dharmasanti setelah puncak Waisak tersebut yang kebanyakan dilaksanakan di vihara masing-masing.
“Dengan tema Waisak tahun 2023, ‘Harmonis Masyarakatnya, Tentram Negaranya’, harapan kita Waisak tahun ini semoga saja keadaan bangsa kita selalu damai, sejahtera dan semuanya saling menjaga kerukunan antar agama. Umat Budhis yang datang di Maha Vihara Majapahit tidak hanya dari Mojokerto, namun dari luar. Seperti Surabaya, Jombang bahkan luar luar negeri,” jelasnya.
BACA JUGA: Jelang Waisak, Warga Sodong Ponorogo Lakukan Ritual Mandi Rupang Buddha
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Jombang, Sumrambah. Keduanya menyaksikan rangkaian ibadah perayaan Hari Raya Waisak 2567 BE, seperti prosesi Pradaksina yang merupakan salah satu prosesi ibadah umat Budhis dan selanjutnya masuk ke dalam Maja Vihara Majapahit. [tin/suf]
![Detik-detik Waisak 2567 BE di Maha Vihara Majapahit Mojokerto Prosesi peringatan detik-detik Waisak 2567 BR di Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230604-WA0015_hES9EI1F6R-1024x576.jpeg)






