Surabaya (beritajatim.com) – Atap plafon teras belakang Gedung Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Kampus II UINSA Gunung Anyar, Surabaya, runtuh pada Rabu (18/2/2026). Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB ini sempat terekam kamera mahasiswa, namun dipastikan tidak memakan korban jiwa.
Para mahasiswa yang berada di lokasi segera mengabadikan detik-detik ambrolnya material bangunan tersebut dalam sebuah video berdurasi pendek. Insiden ini terjadi secara tiba-tiba sesaat setelah aktivitas salat dzuhur di lingkungan kampus selesai.
Seorang mahasiswa UINSA mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan pada bagian plafon sebenarnya sudah terlihat sebelum material jatuh sepenuhnya. “Lokasinya di Fahum Kampus 2. Kira-kira setelah selesai waktu dzuhur siang tadi,” ujarnya.
Saksi mata menjelaskan bahwa kondisi plafon sempat menggantung dalam posisi yang mengkhawatirkan sebelum akhirnya runtuh ke lantai. Beruntung, tidak ada civitas akademika yang berada tepat di bawah area reruntuhan saat material bangunan tersebut jatuh.
“Ambrolnya tiba-tiba, semula itu menggantung pelan lalu runtuh keras ke bawah. Tidak ada yang tertimpa,” ucap mahasiswa yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut di area teras belakang.
Setelah insiden tersebut, pihak internal kampus segera menerjunkan petugas untuk mengamankan lokasi dan membersihkan sisa-sisa reruntuhan. Langkah cepat ini diambil guna memastikan area teras gedung kembali aman untuk dilintasi oleh para mahasiswa dan staf.
“Sepertinya tidak berselang lama sudah langsung dibersihkan,” tutupnya. [rma/beq]






