Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menilai kegagalan masuk Piala Dunia harus menjadi momentum reformasi bagi dunia sepakbola Tanah Air. Timnas Indonesia harus segera berbenah agar bisa berlaga di ajang kompetisi demi meraih gelar juara dunia.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut bisa memahami kekecewaan publik atas kegagalan Timnas. Menurut dia, patah hati yang dirasakan penggemar sepak bola di seluruh Tanah Air, termasuk di Jawa Timur, merupakan cerminan cinta rakyat terhadap Tim Garuda.
“Bagi kami di Jawa Timur, sepak bola bukan hanya hiburan, tapi juga bagian dari identitas. Kegagalan ini memang menyakitkan, tapi di balik rasa kecewa itu ada semangat besar untuk melihat sepak bola Indonesia berbenah,” ujar Deni, Senin (13/10/2025).
Deni mengatakan, suara publik yang ramai setelah kegagalan Timnas harus dipahami sebagai bentuk kepedulian. Menurut dia, keputusan strategis seperti pergantian pelatih Shin Tae-yong seharusnya diambil secara profesional dan terbuka, bukan berdasarkan reaksi sesaat.
“PSSI perlu mendengar dengan jernih gelombang kritik dan kesedihan publik. Keputusan pergantian pelatih tidak boleh diambil secara reaktif, tapi harus melalui evaluasi yang transparan dan berbasis data,” jelasnya.
Deni menegaskan, masyarakat berhak tahu arah pembangunan sepak bola nasional, bukan hanya siapa pelatih atau formasi pemain. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap federasi tidak hilang.
“Publik tidak hanya ingin tahu siapa pelatihnya, tapi juga arah dan visi pembinaan sepak bolanya. Kalau memang ada perubahan, harus dijelaskan secara terbuka agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Politisi muda PDI Perjuangan itu menilai reformasi menyeluruh di tubuh sepak bola nasional sudah tidak bisa ditunda lagi. Menurut dia, pembenahan harus dilakukan dari manajemen PSSI hingga pembinaan usia muda dan peningkatan kualitas kompetisi.
“Unsur reformasi itu mencakup pembenahan manajemen organisasi, peningkatan kualitas liga, pembinaan pelatih dan tenaga pendukung, hingga transparansi keuangan dan dukungan sponsor yang sehat. Tak kalah penting, basis pembinaan di sekolah dan komunitas juga harus diperkuat,” terang Deni.
Dia juga mengajak semua pihak, mulai dari PSSI, pemerintah, klub, akademi, hingga penggemar, untuk bersatu membawa perubahan menuju sepak bola yang lebih maju. Deni yakin, waktu lima tahun menuju Piala Dunia 2030 cukup untuk membentuk tim yang solid dan berkarakter juara.
“Kita masih punya waktu lima tahun untuk menyiapkan tim yang kuat, tidak hanya secara individu tapi juga dalam kerja sama dan mental bertanding. Persiapan harus dimulai dari sekarang, mulai seleksi pemain, uji coba internasional, hingga program pengiriman pemain ke luar negeri,” ujarnya.
Deni juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang sudah berjuang maksimal. Dia menyebut Jay Idzes, Tom Haye, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, Kevin Diks, Maarten Paes, dan seluruh pemain lainnya telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk Merah Putih.
“Mereka sudah memberi segalanya di lapangan, dan perjuangan itu patut dihargai. Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, justru menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat fondasi agar Garuda benar-benar bisa terbang tinggi di panggung dunia,” pungkas Deni. [asg/beq]






