Magetan (beritajafim.com) – Demonstrasi di depan Kantor KPU Magetan berujung ricuh. Massa tidak terima dengan hasil pemungutan suara di Kabupaten Magetan dan menuding ada kecurangan.
Ketua KPU mengatakan pada massa untuk melapor pada Bawaslu jika ada kecurangan dalam pemungutan suara Pilkada. Namun massa menolak dan justru menggeruduk KPU dengan jumlah orang yang lebih banyak.
Ratusan orang membawa spanduk bernada protes terhadap hasil Pilkada. Massa nekat masuk ke kantor KPU. Upaya negosiasi oleh Polwan Polres Magetan gagal. Massa ngeyel untuk memasuki kantor KPU.
Sat Sabhara pun menghadang massa, namun upaya tersebut gagal. Satu unit water canon dikerahkan untuk membubarkan massa. Usai tembakan meriam air itu, massa pun kocar kacir. Hingga akhirnya mereka membubarkan diri. Satu orang terluka sudah mendapatkan perawatan medis.
Itulah rangkaian Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) Polres Magetan untuk mengamankan jalannya Pilkada 2024 di Magetan. Sispamkota itu digelar di Mako Polres Magetan, Senin (19/08/2024). Sispamkota diawali Apel Operasi Mantap Praja Semeru 2024 dan Deklarasi Pemilu Damai.
Kapolres Magetan AKBP Satria Permana menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 604 personel Polri, 203 personel TNI, dan sejumlah linmas untuk mengamankan 1.033 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Magetan. Selain itu, patroli skala besar dan pengamanan kantor KPU juga akan dilakukan secara intensif.
“Meskipun secara umum situasi di Magetan kondusif, kami tetap akan melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh TPS, terutama yang masuk dalam kategori rawan,” tegas Kapolres.
Pihaknya memastikan seluruh personel sudah siap untuk melakukan pengamanan tahapan Pilkada 2024. [fiq/beq]






