Ringkasan Berita:
- Euforia Piala Dunia 2026 meningkatkan jumlah pengunjung warung kopi di Surabaya.
- Warkop Pitulikur di Jalan Bagong menggelar nonton bareng dengan dekorasi bertema sepak bola dan layar lebar.
- Pemilik warung menyebut omzet mulai meningkat sejak turnamen berlangsung.
- Nobar digelar menggunakan lisensi resmi dari pemegang hak siar.
Surabaya (beritajatim.com) – Demam Piala Dunia 2026 mulai dirasakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya. Salah satunya Warkop Pitulikur di kawasan Jalan Bagong yang memanfaatkan momentum turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dengan menggelar acara nonton bareng (nobar).
Suasana warung kopi tersebut disulap bernuansa sepak bola. Berbagai dekorasi bertema Piala Dunia dipasang, lengkap dengan layar lebar untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman bagi para pengunjung.
Konsep tersebut terbukti mampu menarik perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan bersama teman, keluarga, maupun komunitas pecinta sepak bola.
Pemilik Warkop Pitulikur, Husein Ghozali atau yang akrab disapa Cak Cong, mengaku jumlah pengunjung mulai meningkat sejak bergulirnya Piala Dunia 2026.
“Alhamdulillah, antusiasme warga cukup tinggi. Biasanya kalau hari biasa tidak terlalu ramai, tetapi saat ada pertandingan Piala Dunia jumlah pengunjung mulai bertambah. Apalagi kalau ada pertandingan malam hingga dini hari, warung menjadi lebih ramai dari biasanya,” ungkapnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Cak Cong, pertandingan yang digelar pada pagi maupun malam hari sama-sama menarik minat pengunjung. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap pendapatan pelaku UMKM, khususnya usaha warung kopi.
“Ada pertandingan Korea dan tim-tim lainnya yang juga cukup menarik perhatian penonton. Lumayan membantu UMKM karena banyak yang datang untuk menonton bersama,” ujarnya.
Untuk menyambut antusiasme masyarakat, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar kegiatan nonton bareng berlangsung lebih nyaman.
Selain menyediakan layar lebar dan dekorasi bertema sepak bola, Cak Cong memastikan penyelenggaraan nobar dilakukan secara legal dengan mengantongi lisensi resmi dari pemegang hak siar.
“Kami ikut berpartisipasi memeriahkan Piala Dunia dengan mengadakan nobar. Pastinya kami juga sudah memiliki izin atau lisensi dari pemegang hak siar. Itu yang kami jaga, karena di mana pun lisensi itu wajib untuk kami penuhi,” tuturnya.
Ia memprediksi jumlah pengunjung akan semakin meningkat ketika negara-negara unggulan mulai bertanding.
Menurutnya, laga yang melibatkan tim-tim besar seperti Belanda, Spanyol, Argentina, Brasil, hingga Portugal selalu menjadi magnet bagi pecinta sepak bola untuk berkumpul dan menyaksikan pertandingan bersama.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Bagi pelaku UMKM seperti Warkop Pitulikur, euforia Piala Dunia tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa berkah ekonomi melalui meningkatnya jumlah pelanggan selama perhelatan sepak bola terbesar di dunia itu berlangsung. [way/beq]






