Gresik (beritajatim.com) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) gencar mempromosikan batik khas Gresik. Salah satu yang dilakukan adalah menggelar duta batik di ajang Dekranasda Fest 2024 yang digelar di Bandar Grissee.
Sejumlah batik khas Gresik ditampilkan. Di antaranya batik Naga Giri, batik Rusa Bawean, Batik Bandeng hingga Batik Pudak. Rancangan motif batik tersebut diperagakan oleh model remaja dan anak-anak.
Ketua Dekranasda Gresik, Nurul Haromaini mengatakan, batik menjadi warisan leluhur, tidak hanya dipakai oleh orang tua. Maka perlu dilakukan perubahan mindset bahwa batik menjadi ‘trensdsetter’ kawula muda juga.
“Batik ini tidak hanya identik dengan acara formal saja atau pakaian orang tua. Maka disini kita mencoba merubah mindset masyarakat dengan cara menggemakan, memakai, mempromosikannya melalui duta batik,” katanya, Minggu (30/6/2024).
Dengan cara ini lanjut dia, mengajak generasi muda bangga memakai batik. Batik bukan hanya untuk orang tua, banyak batik yang sangat keren ketika dipakai anak-anak muda.
Sementara itu, Fandi Akhmad Yani selaku kepala daerah menuturkan, kegiatan mengenalkan batik khas Gresik ini tidak hanya dikenal oleh warga lokal tetapi juga nasional.
“Batik khas Gresik memiliki ciri tersendiri. Misalnya, desain bermotif kepala naga yang memiliki sejarah patung naga Mbah Sunan Giri. Ada juga Rusa Bawean, Batik Pudak dan Batik Ikan Bandeng,” tuturnya.
Ia menambahkan, adanya batik khas Gresik ini dapat memberikan value tersendiri untuk Kabupaten Gresik. Ini sekaligus mendorong UMKM Batik yang mendunia.
“Kami berharap agar motif batik khas Gresik bisa menjadi skala nasional. Mudah-mudahan design batik dari pengrajin Gresik dapat dikenal baik di lokal, nasional hingga mendunia,” imbuhnya. [dny/but]






