Bojonegoro (beritajatim.com) – Tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo turut wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami kenaikan yang signifikan. Pada pukul 18.00 WIB, kondisi sungai terpanjang di Pulau Jawa itu memasuki siaga hijau (siaga 1) banjir, Senin (16/12/2024).
Berdasarkan pantauan peilschaal Perum Jasa Tirta Divisi Jasa Asa III Bengawan Solo, TMA Sungai Bengawan Solo pada pukul 15.00 WIB ketinggian muka air di Bojonegoro 12.32 MDPL. Naik signifikan pada pukul 18.00 WIB diangka 12.75 MDPL atau siaga hijau.
“Karena debit sungai di daerah hulu sedang tinggi jadi semua pintu air (9 pintu air) di bendung gerak Bojonegoro dibuka, untuk mengendalikan banjir,” ujar Kepala Sub Divisi Operasi dan Pemeliharaan Wilayah Sungai Bengawan Solo Perum Jasa Tirta 1, Agung Wicaksono.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan, selama ini pihaknya mengaku sudah melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi jika terjadi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo.
“Kita sudah melakukan monitoring di seluruh wilayah bantaran Sungai Bawangan Solo, untuk mengecek kesiapsiagaan, terutama terkait dengan tempat pengungsian dan titik kumpul serta jalur evakuasi,” ujar Aeny sapaan akrabnya.
Pihak BPBD Bojonegoro mengimbau kepada warga, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo untuk waspada, mengingat beberapa hari ke depan curah hujan diperkirakan masih tinggi.
“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada warga untuk waspada, terutama terkait ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor serta hujan disertai angin kencang,” pungkas Kalak BPBD. [lus/ian]






