Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mendorong masyarakat untuk memanfaatkan debat terbuka Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan pada 27 November mendatang.
Debat yang berlangsung di Grand City, Surabaya, pada Minggu (3/11/2024) ini menampilkan berbagai gagasan dan solusi dari masing-masing calon terkait tata kelola pemerintahan yang efektif dan inklusif di Jawa Timur.
Ketua KPU Jatim, Aang Khunaifi, menyatakan bahwa debat tersebut merupakan kesempatan penting bagi warga untuk memahami visi dan program setiap pasangan calon.
“Beberapa hal yang akan disampaikan para calon bisa bermanfaat untuk jadi wawasan dan pertimbangan saat pemilihan 27 November nanti,” kata Aang saat membuka debat.
Aang juga mengapresiasi pengamanan yang diberikan oleh pihak kepolisian, sehingga acara debat bisa berjalan dengan aman dan lancar. “Terimakasih pada semua pihak yang mendukung juga semua pihak yang sudah seneng bareng pada Pilgub 2024 di 38 kabupaten dan daerah,” ujarnya.
Debat kali ini mengangkat tema “Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif serta Pelayanan Publik yang Inklusif untuk Keadilan Masyarakat Jawa Timur”. Delapan subtema dihadirkan untuk menggali lebih dalam gagasan para calon mengenai isu-isu kunci. Beberapa di antaranya adalah modernisasi birokrasi, inovasi tata kelola pemerintahan, transparansi dalam pelayanan publik, hingga mitigasi bencana dan perlindungan sosial.
Selain itu, subtema seperti pemberdayaan masyarakat dan harmonisasi produk hukum daerah juga menjadi sorotan. Dalam subtema tersebut, para kandidat diharapkan menguraikan strategi mereka untuk menciptakan pemerintahan yang lebih partisipatif dan berkeadilan.
Tiga pasangan calon yang berkontestasi dalam Pilgub Jatim 2024 adalah Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, dan Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Masing-masing pasangan diharapkan menyampaikan visi misi yang dapat memberikan gambaran nyata tentang masa depan Jawa Timur.
Pelaksanaan pemungutan suara akan berlangsung pada 27 November 2024, dengan proses penghitungan dan rekapitulasi suara yang direncanakan selesai pada 16 Desember 2024. KPU berharap masyarakat benar-benar memanfaatkan kesempatan debat ini untuk memilih pemimpin yang paling mampu membawa perubahan positif bagi Jawa Timur. [asg/but]






