Surabaya (beritajatim.com) – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 01, Luluk dan Lukman, menyoroti pentingnya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Mereka menegaskan komitmen untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup di seluruh wilayah Jawa Timur.
Luluk, dalam pemaparannya, menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Ia menyebutkan bahwa sekitar 2,15 juta rumah tangga, atau sekitar 19,2% dari total rumah tangga di Jawa Timur, masih belum memiliki jamban sehat. Hal ini dianggap sebagai hambatan utama bagi peningkatan kesehatan dan lingkungan yang bersih di provinsi tersebut.
“Saya menemui pimpinan pondok pesantren di Bangil, Pasuruan. Mereka mengeluhkan selama bertahun-tahun ada kerusakan dan pencemaran limbah di desanya, namun tidak ada solusi dari pemerintah provinsi,” ungkap Luluk dalam debat Pilgub Jawa Timur kedua di Grand City Convex, Minggu (3/11/2024).
Lebih jauh, Luluk menyampaikan keprihatinan terhadap rendahnya indeks kualitas lingkungan hidup Jawa Timur, yang saat ini berada di peringkat 21 dari seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, kondisi ini mengharuskan adanya tindakan cepat dan terukur dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pengelolaan lingkungan dan pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, yang dibutuhkan adalah sebuah kepemimpinan birokrasi yang solutif dan cantik, cerdas, adaptif, transparan, transformatif, inovatif, kompeten, dan anti korupsi,” jelasnya.
Luluk menegaskan bahwa pemerintah provinsi perlu hadir dengan kepemimpinan yang lebih peka terhadap masalah masyarakat. Bagi Luluk, birokrasi yang kompeten dan transparan adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata dan mendukung pencapaian SDGs 2030 di Jawa Timur. [asg/but]






