Roma (beritajatim.com) – Formasi utama pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert adalah 4-2-3-1. Khusus menjelang dua laga kualifikasi Piala Dunia putaran keempat kontra Arab Saudi (9/10/2025) dan Iraq (12/9/2025), pelatih asal Belanda itu harus mempertimbangkan formasi 3-5-2 atau 3-4-2-1.
Dua formasi itu bisa untuk mengakomodasi Dean James dan Calvin Verdonk agar main bersamaan sejak awal di sisi kiri permainan. James dan Verdonk sedang on fire pada matchday kedua fase liga Liga Europa Jumat dini hari (3/10/2025).
Peran mereka sama-sama krusial saat membantu Go Ahead Eagles dan Lille OSC meraih kemenangan. Go Ahead Eagles mengalahkan Panathinaikos 2-1. Sedangkan LOSC mengalahkan AS Roma 1-0. Hebatnya lagi, dua kemenangan itu sama-sama didapat di kandang lawan.
James jadi sorotan lantaran memborong dua assist melawan Panathinaikos pada menit ke-75 dan 82. Uniknya, dua assist tersebut juga sukses dikonversi menjadi gol oleh pemain yang sama, Milan Smit. Kemenangan atas Panathinaikos sekaligus yang pertama bagi Go Ahead Eagles di ajang Eropa.
“Dua bola (assist dari James, Red) sempurna. Sebagai striker, Anda hanya perlu berlari dan mendorongnya (ke gawang lawan, Red)” ujar Smit memuji assist James dilansir ESPN.
Ketika James banjir pujian berkat dua assist, Verdonk disorot lantaran performanya yang membuat gawang LOSC nirbobol. Verdonk bermain selama 69 menit sebelum digantikan oleh Romain Perraud.
Jika Kluivert memutuskan James dan Verdonk bermain sejak awal melawan Arab Saudi dan Iraq, maka pilihan terbaik adalah formasi 3 bek. James menempati wing back kiri sedangkan Verdonk ada di salah satu dari tiga bek.
Sebenarnya, James dan Verdonk pernah dijajal main bareng saat Indonesia ditahan Lebanon 0-0 (8/9/2025). Tetapi, kala itu formasi yang dipakai adalah 4-2-3-1 dengan James sebagai bek kiri dan Verdonk sebagai gelandang.
“Kemenangan ini (melawan ASR, Red) sangat bagus. Khusus untuk Berke Ozer (kiper LOSC, Red) dia luar biasa. Aku tidak pernah menyaksikan itu sebelumnya,” ucap entraineur LOSC Bruno Genesio menyinggung aksi heroik Ozer yang menggagalkan 3 penalti ASR. (dio)






