Jakarta (beritajatim.com) – De Heus Animal Nutrition resmi menyelesaikan akuisisi CJ Feed & Care dari CJ Cheil Jedang, mencakup 17 pabrik pakan dan operasional peternakan di sejumlah negara Asia. Transaksi strategis yang diumumkan di Jakarta, Selasa (4/3/2026), ini memperkuat posisi De Heus di pasar berkembang seperti Vietnam, Indonesia, dan Kamboja, sekaligus membuka akses langsung ke Korea Selatan dan Filipina.
De Heus Animal Nutrition mengambil alih CJ Feed & Care dari CJ Cheil Jedang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di kawasan Asia. Akuisisi ini memperluas jejak operasional perusahaan di sektor nutrisi hewan dan memperkuat kapasitas produksi serta distribusi di pasar protein hewani yang terus tumbuh.
CEO De Heus Animal Nutrition, Gabor Fluit, menegaskan langkah ini menjadi tonggak penting bagi ekspansi perusahaan di Asia.
“Akuisisi ini merupakan tonggak penting dalam strategi jangka panjang kami untuk memperkuat kehadiran De Heus di Asia,” ujarnya.
“Dengan menggabungkan keahlian teknis dan hubungan pelanggan CJ Feed & Care disertai pengalaman lebih dari satu abad De Heus di bidang nutrisi hewan dan manajemen peternakan, kami dapat mempercepat pertumbuhan dan menghadirkan nilai yang lebih tinggi bagi peternak. Bersama-sama, kami membangun masa depan di mana peternak dan komunitasnya dapat tumbuh serta berkontribusi pada sektor protein hewani yang berkelanjutan dan tangguh,” ucap dia melanjutkan.
Akuisisi tersebut juga memperkuat kepemimpinan De Heus di bidang nutrisi hewan melalui integrasi keahlian global dalam manajemen peternakan dengan kapabilitas teknis CJ Feed & Care di Asia. Perusahaan menegaskan tetap mengedepankan pendekatan “on-the-farm” dengan bekerja langsung bersama peternak melalui pendampingan teknis, transfer pengetahuan, serta panduan praktis guna meningkatkan produktivitas dan profitabilitas usaha.
Di Indonesia, fondasi bisnis CJ Feed & Care yang telah berjalan menjadi basis penguatan akses genetika unggul dan dukungan pembibitan. De Heus menyatakan akan melakukan investasi selektif pada unit pembibitan (breeding farms) untuk memastikan peternak independen memiliki akses andal terhadap genetika berkualitas tinggi sebagai bagian dari penguatan rantai nilai protein hewani.
Presiden Direktur De Heus Indonesia, Kay De Vreese, menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen jangka panjang perusahaan di sektor peternakan nasional.
“Akuisisi ini semakin memperkuat komitmen jangka panjang De Heus dalam mengembangkan sektor nutrisi hewan dan rantai nilai peternakan di Indonesia. Kami tumbuh bersama peternak melalui solusi nutrisi terintegrasi, dukungan teknis yang kuat, serta kolaborasi erat di sepanjang rantai nilai untuk mendukung ketahanan pangan dengan tetap mendukung dan bukan bersaing dengan peternak independen serta bermitra dengan UMKM dan peternak pembibitan lokal,” kata Kay De Vreese. [beq]






