Jombang (beritajatim.com) – Akhmad Yusuf Afandi (32) terlihat berjalan dengan langkah terburu-buru engan tangan terborgol. Wajahnya menunduk, mencerminkan beban yang sedang dipikul.
Penangkapannya oleh petugas Polsek Mojoagung, Jombang, pada 29 Juli 2025, menyita perhatian publik, terutama setelah sebelumnya ia viral karena tinggal bersama anak bayinya yang berusia 11 bulan di bawah kolong jembatan Sidoarjo beberapa Waktu lalu. Kini, pria yang pernah menjadi sorotan itu kembali menghadapi kenyataan pahit: penangkapan atas kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor.
Saat diperiksa oleh pihak kepolisian, Yusuf tak banyak bicara. Jawaban yang keluar dari mulutnya mengungkapkan satu fakta mengejutkan. Dia kembali terjerat hukum, kali ini terkait dengan penggelapan sepeda motor milik Munir, perangkat Dusun Seketi, Mojoagung.
Yusuf yang meminjam motor Honda Beat milik Munir pada 9 Juli 2025, beralasan akan mengambil uang di Curahmalang, Sumobito. Namun, setelah dua hari tidak kunjung kembali, Munir merasa curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojoagung.
Melalui penyelidikan dan koordinasi dengan Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo, polisi akhirnya berhasil menangkap Yusuf di daerah Pasar Suko, Sidoarjo. Setelah ditangkap, terungkap bahwa Yusuf sebenarnya bukan orang baru dalam dunia kejahatan.
Pada tahun 2017, ia pernah terjerat dalam kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor di Mojokerto. Sayangnya, Yusuf tak belajar dari kesalahan masa lalunya.
Setelah membawa kabur sepeda motor, Yusuf kembali pulang ke rumah dan menitipkan anak bayinya kepada keluarganya. Tak lama, ia melarikan diri lagi, menjual motor dan handphone yang ia bawa untuk kebutuhan sehari-hari. “Uangnya dipakai untuk keperluan sehari-hari,” ujar Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengutip pengakuan Yusuf, Rabu (30/7/2025).
Kini, Yusuf terancam mendekam di penjara lebih lama. Ia dijerat dengan pasal 372 atau 378 tentang penipuan dan penggelapan. Nasib buruk yang ia alami kini tak hanya berujung pada penderitaan pribadi, tetapi juga merusak kehidupan orang lain.
Pria yang sempat menjadi perhatian publik karena nasibnya yang tragis kini menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. [suf]






