Surabaya (beritajatim.com) – Haid merupakan masa yang dialami semua perempuan. Ini faktor biologis sehingga wajar dialami mereka. Mungkinkah ada diantara kita yang mengalami haid bahkan harus pakai dua pembalut sekaligus atau mengganti tiap satu jam sekali. Kalau pernah mengalami hak itu, apakah kamu pernah memikirkan bagaimana bisa haid keluar banyak darah?
Secara ilmiah memang benar jumlah perdarahan ketika haid setiap wanita bisa berbeda-beda. Kadangkala ada volume darah haidnya sedikit, namun ada yang keluar banyak haingga berlebihan.
Penyebab dari Haid Keluar Banyak Darah
Seringkali darah haid keluar terlalu banyak yang melebihi 80 ml dalam satu siklus haid. Hanya saja jumlah darah yang keluar memang sulit dihitung.Umumnya, darah haid yang terlalu banyak dapat ditandai dengan menstruasi lebih dari 7 hari.
Mengganti pembalut setiap 1-2 jam karena penuh dan muncul gumpalan darah seukuran uang koin juga menjadi salah satu tandanya. Selain itu juga ketika darah haid yang menembus ke celana luar atau sprei dan kamu harus mengganti pembalut di tengah malam karena sudah penuh.
Dampak dari darah haid yang terlalu banyak keluar akan mudah mengganggu aktivitas, bahkan menyebabkan lemas atau sesak napas. Maka dari itu, kita perlu hati-hati ketika darah haid yang terlalu banyak dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.
Penyebab Darah Haid keluar banyak memang ada berbagai faktor. Ini mungkin jadi salah satu alasannya: Miom yang mungkin dikenal dengan fibroid adalah jaringan nonkanker yang tumbuh di sekitar rahim, Endometriosis ini biasanya terjadi ketika lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim seperti ada di tuba falopi atau ovarium.
Selain itu, bisa karena radang panggul yang terjadi pada rahim, ovarium, ataupun tuba falopi, kemudian Adenomiosis yang biasa dialami saat jaringan dalam lapisan rahim menembus keluar dinding rahim. Ada polip endometrium yang merupakan jaringan nonkanker yang tumbuh menonjol di lapisan rahim atau leher rahim.
Selain itu, sindrom ovarium polikistik adalah kondisi memengaruhi kerja ovarium yang dapat menganggu menstruasi da kesuburan. Penggunaan alat kontrasepsi pada rahim yang biasa disebut dengan intrauterine contraceptive device/IUD dapat menjadi penyebab menstruasi banyak di 3-6 bulan pertama penggunaan.
Maka dari itu, kita perlu menjalani pengobatan tertentu, seperti terapi hormon, obat antipembekuan darah, suplemen herbal, atau kemoterapi. Faktor lainnya adalah ada ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron.
Bukan hanya itu, Kehamilan ektopik sebagai pembuahan yang terjadi di luar rahim. Nyatanya, kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan yang hampir diikira sebagai darah haid. [prd/tur]






