Sidoarjo (beritajatim.com) – Dana sebesar puluhan juta rupiah terkumpul dalam pembukaan Pameran Seni Rupa dan Lelang Amal Palestine in Art, di hotel Aston, Sidoarjo, Minggu (1/9/2024). Kegiatan diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Sidoarjo (Dakesda) bekerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF).
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Dekesda Rafif Amir menuturkan bahwa dana berasal dari donasi, sponsor, dan lelang lukisan bertema perjuangan Palestina. “Dana yang terkumpul nanti akan disalurkan untuk membantu perjuangan kemerdekaan Palestina melalui YDSF,” kata Rafif Amir.
Ditambahkannya, meskipun pembukaan digelar di hotel Aston, pameran yang sebenarnya bakal digelar di Dekesda Art Center, Jl Erlangga no 67 Sidoarjo, mulai tanggal 2 hingga tanggal 8 September 2024. “Hari ini pembukaannya, besok sampai tanggal 8, kita pameran di Dekesda Art Center. Pada rangkaian pameran ini digelar pula diskusi tentang Palestina, diskusi seni rupa, parade puisi, dan konser amal,” papar Rafif Amir.

Ustadz Suhadi, salah satu pembicara dalam acara tersebut, mengungkapkan kekagumannya terhadap inisiatif ini. “Baru kali ini, acara amal untuk Palestina diadakan oleh Dewan Kesenian Sidoarjo bersama para seniman. Ini merupakan langkah yang luar biasa dalam menunjukkan solidaritas kita melalui seni,” ujar Ustadz Suhadi.
Tantowi dari YDSF juga memberikan pernyataan penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, baarakallah. Terima kasih untuk semua teman-teman panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran pada acara ‘Palestine In Art’ di Aston Hotel. Semoga Allah memberikan balasan pahala yang berlipat ganda dan memberikan ridho serta berkah atas capaian ini,” tuturnya dengan haru.

Pameran ini menampilkan berbagai karya seni yang menggambarkan perjuangan dan penderitaan rakyat Palestina. Selain sebagai wadah apresiasi seni, acara ini juga bertujuan untuk menggalang dana bagi masyarakat Palestina melalui lelang amal. Para pengunjung antusias berpartisipasi dalam lelang, di mana seluruh hasilnya akan disumbangkan untuk kemanusiaan di Palestina.
Acara “Palestine In Art” ini diharapkan menjadi awal dari inisiatif-inisiatif serupa di masa mendatang, di mana seni tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sebagai sarana untuk menyuarakan kepedulian dan mendukung sesama yang membutuhkan. [but]






