Surabaya (beritajatim.com) – Untuk menyelesaikan masalah, ada dua cara buat orang mengungkapkan. Ada yang marah secara langsung dan meledak-ledak. Ada yang memilih untuk diam dan melakukan silent treatment pada pihak yang membuat emosi.
Mungkin beberapa diantara kalian yang jika ada masalah, bukan berusaha menyelesaikan dengan yang bersangkutan. Justru malah memilih untuk mendiamkan alias melakukan silent treatment.
Tindakan ini ternyata tidak akan memberikan hal positif. Justru bisa menjadi negatif pada kedua belah pihak. Berikut ini dampak buruk dari silent treatment.
1. Membuat Hubungan Jadi Renggang
Silent treatment tidak akan membawa hubungan Anda semakin baik dengan siapapun itu. Justru karena tidak ada komunikasi apapun antara Anda dan orang yang membuat emosi, hubungan akan semakin menjauh. Ini tentu akan merugikan sekali, apalagi kalau Anda dan dia adalah rekan kerja. Bisa mengganggu pada pekerjaan juga.
2. Menimbulkan Dendam
Selain membuat hubungan Anda jadi renggang, ketika melakukan silent treatment pada seseorang, bisa memicu dendam juga. Karena tidak ada yang mau minta maaf dan berniat menyelesaikan, rasa kesal itu akan terus menumpuk dan berakhir dengan sebuah dendam yang susah diselesaikan. Tentunya tidak ingin punya dendam yang mengotori hati Anda.
3. Jelas akan Ada Perubahan.Sikap dari Para Pelaku
Karena melakukan silent treatment dan masalahnya jadi tidak selesai, otomatis akan ada perubahan perilaku yang terjadi. Anda harus tahu bahwa perubahan perilaku ini bisa jadi tidak hanya merugikan Anda, tapi juga merugikan orang lain di sekitar. Yang ada, nanti orang lain yang tak terlibat, jadi malas jika harus berkomunikasi dengan pelaku.
4. Silent Treatment Bukti Bahwa Anda Kurang Dewasa
Hal terakhir, ketika Anda sudah berani melabeli diri sebagai orang yang dewasa, maka harus menunjukkannya lewat sikap, salah satunya adalah menyelesaikan masalah dengan berani.
Dengan melakukan silent treatment, berarti Anda berusaha menghindar dari konfrontasi yang mungkin terjadi dengan lawan. Ini menjadi sebuah bukti bahwa sebenarnya, Anda sama sekali belum bersikap dewasa.
Jangan sampai silent treatment mengganggu produktivitas harian Anda. Lebih baik bicarakan masalah secara dewasa. (dan/ian)






