Mojokerto (beritajatim.com) – Salah satu penyebab lamanya air banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto karena DAM Balongmasin di Kecamatan Pungging tidak dibuka. Sehingga air masih menggenang pemukiman warga Dusun Gembongan.
Kepala Desa (Kades) Jotangan, M Irfak mengatakan, pintu air di DAM Balongmasin menggunakan model tombol sehingga hanya petugas yang bisa membuka. “Kalau di sana tidak dibuka secepatnya, air banjir tetap menggenangi Dusun Gembongan. Karena di sana, ada 3 sampai 4 desa butuh air untuk pengairan sawah,” ungkapnya, Minggu (27/2/2022).
Sehingga, lanjut Kades, pintu air tidak dibuka untuk kebutuhan pengairan sawah. Menurutnya saat DAM Balongmasin tidak menggunakan model tombol namun balok kayu, saat Dusun Gembongan kebanjiran maka ia akan ke DAM Balongmasin untuk membuka balok kayu yang menutup pintu air.
“Dulu kalau sini banjir, saya kesana buka balok tapi sekarang pakai model tombol jadi hanya petugas yang tahu caranya. Kalau tidak dibuka dampaknya tidak hanya Jotangan tapi juga Modopuro, Kedunggempol, Ngrame dan Watu Kenongo bisa tergenang banjir. Di sana butuh air untuk pengairan sawah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
Pihaknya berharap, jika kondisi darurat seperti saat ini agar petugas membuka DAM Balongmasin. Beruntung di Desa Jotangan ada pompa air sehingga saat terjadi banjir, pompa air digunakan maka air akan bersih satu sampai dua hari. Namun sebelum ada pompa air, banjir baru bisa benar-benar bersih satu minggu.
“Banjir disini mulai masuk pukul 02.00 WIB, ini banjir kiriman. Hujan deras di sini, selatan tidak hujan masih aman. Kalau sini hujan, saya sudah koordinasi dengan Ngrame dan Watu Kenongo untuk membuka pintu air di masing-masing desa. Semua jalan Dusun terendam, untuk rumah sekitar 40 rumah ketinggian 10 sampai 30 cm,” ujarnya.
Sementara untuk area persawahan milik warga yang teredam sekitar 15 hektar dengan tanaman padi yang baru keluar bulir padi. Sehingga dipastikan tanaman padi akan busuk terkena air banjir. Selain rumah dan sawah, sejumlah kandang ternak milik warga juga rusak. Ternak milik warga seperti ayam dan bebek banyak yang hanyut. [tin/but]






