Magetan (beritajatim.com) – Di tengah naiknya harga daging ayam di Magetan, Jawa Timur, sejumlah pemilik rumah potong ayam (RPA) memilih tidak menaikkan harga. Saat ini harga daging ayam di Magetan mencapai Rp 35 ribu per kilogram, namun, pengusaha rumah potong ayam membanderol dengan harga Rp 45 ribu per ekor yang setara dengan dua kilogram daging ayam.
Harga yang murah itu membuat para pengusaha warung makan memilih untuk beli di rumah potong ayam. Pun, pemilik rumah potong ayam tak bisa menaikkan harga daging ayam agar tak kehilangan puluhan pelanggan yang sudah berlangganan sejak beberapa tahun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”daging-ayam”]
“Kalau kami menaikkan harga, kasihan para pedagang. Minyak goreng mahal, harga kebutuhan pokok lain juga mahal. Kalau daging ayam turut kami naikkan mereka semua pasti pergi. Kami saja yang mengalah,” kata Rita Haryati, salah satu pemilik rumah potong unggas di Magetan, Sabtu (16/4/2022).
Rita menyebut harga ayam utuh per ekornya dibanderol Rp 45 ribu. Saat bulan Ramadhan ini memang banyak sekali permintaan. Dalam sehari dirinya memotong sekitar 300 ekor ayam, bebek, dan mentok. Namun, harga masih tetap dan dapat banyak permintaan dari berbagai daerah di sekitar Magetan.
Salah satu pelanggan Rita, yakni Muhammad Aris mengungkapkan kalau dirinya sudah lama berlangganan. Daging ayam sudah bersih dan siap masak, harganya pun lebih terjangkau ketimbang membeli di pasar.
Sementara itu, harga daging ayam di pasar tradisional Magetan terus mengalami kenaikan. Bahkan, sempat mencapai Rp 38 ribu per kilogramnya. Padahal, harga normal daging ayam yakni hanya Rp 32 ribu per kilogram. Diperkirakan harga daging ayam masih tinggi menjelang lebaran. [fiq/suf]






