Ngawi (beritajatim.com) – Harga daging ayam di pasar tradisional di Ngawi mencapai Rp40.000 per kilogram. Imbasnya, daging ayam yang dijual pedagang di Pasar Besar Ngawi tak laku. Mereka pun tutup lapak lebih awal dan sebagian tidak berjualan.
Menurut Sri Heni, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Besar Ngawi, meski dia sudah mencoba bertahan tetap jualan sejak subuh hingga pukul 10.00 Wib, tetap sepi pembeli. Dia mengaku hanya laku dua hingga tiga ekor ayam saja dari 10 ekor ayam yang dipotong.
“Banyak yang tutup karena mahalnya daging ayam, kami sehari potong 10 ekor hanya laku 2 hingga 3 ekor saja meski sudah bertahan sampai jam 10.00,” kata Sri.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/begini-pengakuan-pencuri-ponsel-yang-dilumpuhkan-polisi-beraksi-di-rest-area/
Hal serupa juga disampaikan oleh Endang Lestari, pembeli tak mau beli meski harga ayam sudah dibanderol Rp38.000 per kilogram. Meski sudah selisih Rp2.000 lebih murah, pembeli tetap tak mau. Ditambah, maraknya penjual daging ayam di pinggir jalan yang mematok harga lebih murah, yakni hanya Rp35.000 per kilogram. Pedagang daging ayam di pasar pun akhirnya tak mau berjualan.
“Ya saya jual Rp38.000 saja dari harga sebenarnya Rp40.000. Itu tidak laku sementara di luar pasar banyak yang jual murah kita di dalam pasar mahal, makanya banyak pedagang yang memilih tidak jualan,” katanya. Mereka mengharap harga daging ayam bisa segera turun agar penjualan mereka bisa kembali normal. (fiq/kun)






