Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Pacitan diimbau untuk bersiap menghadapi hujan ringan pada pagi hari, Selasa, 18 Maret 2025. Berdasarkan laporan BMKG Juanda, cuaca di ketiga daerah tersebut diprediksi akan berawan setelah hujan pagi, dengan perbedaan kecil dalam suhu dan kelembaban udara.
“Kota Madiun diperkirakan akan mengalami hujan ringan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah itu, cuaca akan cenderung berawan hingga malam hari,” terang Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., pada Senin (17/3).
Ia juga menambahkan bahwa suhu udara berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celcius dengan kelembaban udara mencapai 68 hingga 94 persen. Sementara kecepatan angin di wilayah ini diperkirakan mencapai 18,5 km/jam yang bertiup dari arah selatan.
Di Kabupaten Madiun, kondisi cuaca tidak jauh berbeda dengan Kota Madiun. Hujan ringan akan turun di pagi hari dan diikuti dengan langit berawan sepanjang hari. Perbedaannya terletak pada suhu udara yang sedikit lebih rendah, yaitu berada di kisaran 22 hingga 29 derajat Celcius. Kecepatan angin di Kabupaten Madiun berasal dari arah utara dengan kecepatan yang sama, yakni 18,5 km/jam.
Sementara itu, Pacitan juga akan mengalami hujan ringan pada pagi hari. Namun, pada malam hari, wilayah ini akan diselimuti udara kabut
“Berbeda dengan Madiun yang tetap berawan hingga malam, Pacitan diprediksi mengalami udara kabur mulai pukul 18.00 WIB,” ujar Oky.
Suhu udara di wilayah pesisir ini berkisar antara 22 hingga 29 derajat Celcius, dengan kelembaban udara yang lebih tinggi dibanding Madiun, yaitu 76 hingga 98 persen. Angin diperkirakan bertiup lebih kencang dari arah selatan dengan kecepatan 27,8 km/jam.
Dengan kondisi cuaca seperti ini, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari.
“Kami menyarankan warga untuk membawa jas hujan atau payung, terutama bagi yang harus berangkat kerja atau sekolah di pagi hari,” pungkas Oky.
Selain itu, bagi pengendara di Pacitan, penting untuk lebih waspada terhadap perubahan visibilitas saat malam hari akibat udara kabur.
Cuaca yang cukup stabil ini memberikan keuntungan bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan setelah pagi hari. Namun, tetaplah memantau perkembangan cuaca agar lebih siap menghadapi kondisi yang mungkin berubah sewaktu-waktu. [mnd/aje]






