Pacitan (beritajatim.com) – Cuaca buruk melanda perairan selatan Jawa dalam sepekan terakhir, termasuk di Kabupaten Pacitan. Gelombang ombak tinggi yang mencapai 4 meter, membuat ratusan nelayan di kota yang terkenal dengan 1001 goa iti, terpaksa berhenti melaut.
Di Pelabuhan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, kapal-kapal nelayan, baik jukung maupun kapal besar, terpaksa sandar di dermaga akibat tingginya gelombang. Kondisi ini membuat aktivitas melaut lumpuh sementara waktu.
Seorang nelayan asal Cilacap, Pramono, mengungkapkan bahwa Ia sudah empat hari tidak melaut, karena gelombang tinggi di tengah laut.
“Ini kapal-kapal memilih minggir dulu, nunggu kondisi gelombang membaik,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan Senin (17/3/2025)
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini terjadi sejak 17 Maret dan diprediksi berlangsung hingga 23 Maret. Kondisi ini dipicu oleh gelombang Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa.
“Angin berhembus dari utara timur laut dengan kecepatan 6-7 kilometer per jam,” katanya
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara singkat. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu siap siaga terhadap dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang, yang bisa terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem ini. (tri/ian)






