Bojonegoro (beritajatim.com) — Cuaca ekstrem kembali menunjukkan dampaknya di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Jumat sore (10/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB merusak sebuah gudang pupuk organik di Desa Gayam, Kecamatan Gayam.
Bangunan milik Triharyanti, warga Kabupaten Nganjuk, itu mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap. Lembaran seng beterbangan akibat terpaan angin yang datang tiba-tiba saat hujan mengguyur deras kawasan tersebut.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Saat kejadian berlangsung, gudang dalam kondisi kosong tanpa aktivitas pekerja. Hingga kini, kerugian material masih dalam proses pendataan.
Tak hanya merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Desa Cengungklung serta jalur poros utama kecamatan (PUK) Gayam–Beged. Pohon-pohon yang tumbang sempat mengganggu akses jalan sebelum akhirnya ditangani oleh petugas.
Kapolsek Gayam, AKP Amirul Mukminin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan lebat mulai turun sekitar pukul 16.50 WIB, disusul angin kencang yang memicu kerusakan. “Akibat cuaca ekstrem itu, gudang pupuk organik milik CV Surya Mekarsari di Desa Gayam mengalami kerusakan pada bagian atap,” ujarnya.
Pihak kepolisian bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan, termasuk evakuasi pohon tumbang agar jalur kembali aman dilalui.
Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Fenomena ini kerap dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga kekeringan.
AKP Amirul Mukminin juga mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri berkendara saat hujan deras disertai angin. Jika terpaksa berhenti, pengendara diminta mencari tempat aman dan menghindari berteduh di bawah pohon maupun papan reklame. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Hindari lokasi yang berpotensi membahayakan saat cuaca buruk,” pesannya. [lus/kun]






