Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim penghujan menuju kemarau yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Perubahan musim ini memicu kondisi atmosfer yang tidak stabil dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti angin kencang hingga puting beliung yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa masa pancaroba sering kali menjadi periode rawan terjadinya cuaca ekstrem akibat perubahan tekanan udara yang cepat.
“Kondisi ini dapat meningkatkan kekuatan angin di beberapa titik, khususnya di wilayah terbuka,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Menurut BPBD Sampang, kawasan pesisir dan daerah pegunungan menjadi wilayah yang paling berisiko terdampak angin kencang karena karakteristik geografisnya yang memungkinkan pergerakan angin lebih cepat dan memiliki daya rusak lebih besar.
Fenomena tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, hingga pohon tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD mengimbau warga untuk melakukan tindakan pencegahan mandiri dengan memastikan lingkungan sekitar lebih aman dari potensi bahaya.
“Di antaranya dengan memangkas ranting atau pohon tinggi yang berpotensi tumbang saat diterpa angin kencang,” kata dia.
Selain pemangkasan pohon, masyarakat juga diminta segera mencari tempat perlindungan yang aman apabila hujan lebat disertai angin kencang mulai terjadi.
BPBD menekankan bahwa kewaspadaan dini dan kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko korban maupun kerugian material akibat cuaca ekstrem selama masa transisi musim.
Dengan meningkatnya potensi bencana selama pancaroba, warga Sampang diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan pemerintah daerah demi menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. [sar/beq]






