Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Pacitan diperkirakan akan mengalami cuaca berawan sepanjang hari pada Jumat, 21 Maret 2025. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini tidak akan banyak berubah sejak pagi hingga malam hari.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., mengungkapkan bahwa Kota Madiun akan berada dalam kondisi berawan sejak pukul 06.00 WIB hingga sore hari.
“Cuaca di Kota Madiun cenderung stabil dengan kondisi berawan sepanjang hari. Namun, pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, langit akan sedikit lebih cerah dengan kondisi cerah berawan,” jelasnya pada Kamis (19/3).
Suhu udara di kota ini diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 30 derajat Celcius dengan kelembaban 63 hingga 94 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah Barat dengan kecepatan 10,4 km/jam.
Kondisi serupa juga akan dialami oleh Kabupaten Madiun. Sepanjang hari, langit akan tertutup awan tanpa adanya potensi hujan. Suhu terendahnya mencapai 23 derajat Celcius dan tertinggi 30 derajat Celcius.
Kecepatan angin di wilayah ini sedikit lebih tinggi, yakni 13,1 km/jam dari arah Barat, dengan kelembaban udara berkisar antara 64 hingga 91 persen.
Sementara itu, di Pacitan, langit diprediksi akan berawan mulai pagi hingga siang hari. Namun, berbeda dengan Madiun, pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi udara di Pacitan akan mengalami sedikit perubahan dengan adanya udara kabur.
“Meskipun sempat mengalami udara kabur pada sore hari, cuaca di Pacitan akan kembali berawan menjelang malam,” terang Oky.
Suhu udara di Pacitan diperkirakan berada di kisaran 22 hingga 28 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 66 hingga 96 persen. Angin di wilayah ini bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan 17,8 km/jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang terjadi sewaktu-waktu.
“Meskipun cuaca umumnya stabil dan tidak ada potensi hujan, tetap disarankan untuk selalu mengikuti pembaruan informasi cuaca guna mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi,” pungkas Oky. (mnd/ian)






