Malang (beritajatim.com) – Suasana Aula Kelurahan Kepanjen di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tampak berbeda pada Kamis (21/08) pagi itu. Tepat pukul 09.02 WIB, kegiatan Community Development bertajuk “Education and Development of Tailored Therapy for Hypertension Patients in Malang District” resmi dibuka.
Acara ini merupakan aktivitas yang dilaksanakan oleh Tim Peneliti dari Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), bekerja sama dengan International Science Partnership Fund (ISPF) atau Dana Kemitraan Sains Internasional dari British Council untuk kerja sama penelitian antara UB dan University of Manchester (UoM).
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengembangan terapi individual bagi pasien hipertensi di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Kelurahan Kepanjen. Sebanyak 58 warga dengan risiko tinggi terhadap tekanan darah tinggi diundang dalam kegiatan ini. Mereka telah disaring sebelumnya oleh tim enumerator, dan hari itu datang untuk mengikuti serangkaian pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara menyeluruh.
Acara dimulai dengan sapaan hangat dari Master of Ceremony (MC) Kiki, kemudian dilanjutkan sambutan dari Lurah Kepanjen Bobby Setya Abdi, S.STP, M.M., yang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret mendekatkan layanan kesehatan berbasis riset kepada masyarakat. Sambutan berikutnya datang dari tamu istimewa, Prof. Delvac Oceandy dari UoM, yang turut hadir mendampingi tim peneliti FKUB.
Salah satu peneliti, apt. Favian Rafif Firdaus, S.Farm., M.Farm, selanjutnya memaparkan alur teknis kegiatan. Terdapat lima pos pemeriksaan yang harus dilalui oleh peserta. Pos pertama Registrasi, ditangani langsung oleh Favian bersama mahasiwa Farmasi FKUB. Pos kedua Antropometri dan Tekanan Darah, di mana pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut dilakukan oleh mahasiswa, sedangkan pengukuran tekanan darah dipercayakan kepada lima kader SMARThealth Kelurahan Kepanjen yang sudah cukup terlatih, yaitu Agustin Shintowati, Kristin Mariana, Sunarmi Warto Dewo, Rusmini, dan Ninik Kartini.
Pos ketiga Pemeriksaan Sampel Darah, dijalankan oleh tenaga kesehatan dari Klinik UB. Pos keempat Pengisian Kuesioner Skrining Model NIHR-GHRC NCDs & EC, difasilitasi oleh mahasiswa Farmasi FKUB dan dua anggota peneliti – apt. Ferri Widodo, S.Si., M.Biomed dan apt. Rudy Salam, S.Farm., M.Biomed, yang sebelum telah dilatih oleh Field Facilitator NIHR UB.
Pos kelima Edukasi Kesehatan, ditangani oleh Tim Peneliti ahli, yaitu apt. Efta Triastuti, M.Farm.Klin., Ph.D; dr. Bayu Lestari, M.Biomed., Ph.D; Dr. apt Valentina Yurina, S.Si, M.Si, serta Prof. Delvac yang turut memberikan edukasi langsung secara face to face dengan pasien.
Setelah menyelesaikan kelima pos, setiap pasien menjalani verifikasi kelengkapan data. Mereka yang telah menyelesaikan semua pemeriksaan mendapatkan paket gift berisi uang transport, tas ISPF British Council UB–UoM, serta kaos ISPF sebagai bentuk apresiasi. Tak hanya pasien, para kader SMARThealth dan Field Facilitator NIHR UB pun turut mendapatkan apresiasi serupa.
Dari total 58 pasien yang diundang, 42 orang berhasil diperiksa di Aula Kelurahan, sementara 3 orang lainnya dikunjungi langsung melalui home visit di RW 01, RW 04, dan RW 05. Sisanya tidak hadir karena berbagai alasan, mulai dari kondisi kesehatan yang memburuk, kegiatan pribadi yang tidak dapat ditinggalkan, hingga ketakutan terhadap jarum pengambilan darah.
Kegiatan Community Development ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat semata, tetapi juga merupakan jembatan antara hasil riset ilmiah dan penerapan nyata di lapangan. Harapannya, edukasi dan pengembangan terapi yang lebih tailored ini mampu meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi di Kepanjen dan menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain.
Acara ditutup dengan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta, kader, dan seluruh tim pelaksana. Sebuah langkah kecil yang bermakna besar dalam upaya memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas dan kolaborasi ilmiah. (aga/ted)






