Ngawi (beritajatim.com) – Pentol Corah, jajanan ini tengah digandrungi masyarakat Ngawi. Tekstur kenyal dipadu denngan sambal pedas nampol membuat menjadikan Pentol Corah Ngawi jadi buruan.
Di tangan Unggul Akbar Mustgakkim, Pentol Corah Ngawi pun naik kelas. Dari jajanan pinggir jalan kini jadi idaman warga daerah lain bahkan sampai merambah luar Pulau Jawa.
Unggul hingga saat ini masih berdagang Pentol Corah Ngawi dengan gerobak. Dia biasa mangkal di depan Toko Luwes, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Tetapi, langganan Unggul tidak hanya dari Ngawi. Bahkan sudah sampai luar Jawa.
Dengan dukungan jasa pengiriman, salah satunya JNE, Unggul bisa menjadikan Pentol Corah tak hanya jajanan bergelar street food. Namun, sudah sekelas frozen food yang tak kalah nikmat.
Ditambah, sudah bisa dikirim ke luar kota dengan mudah. Meski, dengan jangka waktu tertentu.
Pria asal Kelurahan Ketanggi itu berjualan Pentol Corah sejak dua tahun terakhir. Berawal ketika dirinya mendapat tawaran dari seorang rekan.
Saat itu, dia berpandangan penjual Pentol Corah yang kondang pedas di Ngawi masih sangat jarang. Pria itu lantas menerima tawaran dan berjualan Pentol Corah.
‘’Saya berjualan sejak dua tahun lalu. Sejak awal, saya pilih lokasi di depan Swalayan Luwes karena ramai. Dan, sejak saat itu, saya punya banyak pelanggan. Baik mereka yang menetap di Ngawi maupun yang ternyata pergi ke luar pulau Jawa,’’ kata Unggul saat berbincang dengan beritajatim.com.

Rasa khas sambal pentolnya yang nampol jadi daya tarik bagi para pelanggan. Setiap hari, Unggul digeruduk pelanggan yang ingin menikmati kelezatan pentol dagangannya. Meski nikmat dengan rasa pedas, namun ada pula yang pesan tanpa saus sambal.
‘’Saya juga rajin posting konten di media sosial saat itu. Banyak yang tertarik dan ingin coba. Padahal, mereka lokasinya di luar daerah Ngawi dan bahkan Luar Jawa,” kata Unggul.
Unggul pun kebanjiran permintaan dari luar Jawa. Akhirnya, dia memutuskan untuk menyediakan produk Pentol Curah Ngawi kemasan yang bisa dikirim ke luar daerah.
“Tepatnya setahun lalu saya pertama kali mengirim pentol ke luar Ngawi,’’ terang Unggul.
Dia pun memilih JNE sebagai mitra ekspedisi untuk mengirim paket pentolnya. Pesanan pertama datang dari Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Lokasi jualannya hanya berjarak sekitar 100 meter dengan agen JNE Jalan Ahmad Yani Ngawi. Hal itu memudahkan dia mengirim pentol. Dalam waktu sehari dua hari, paket sudah sampai dengan kondisi pentol corah masih sangat layak makan.
“Tentu pentolnya ini kami kemas dengan vakum, kemudian sambalnya kami taruh wadah botol. Pakai JNE ini cepat banget sampainya. Jadi, pas sampai ke tangan pelanggan itu masih bagus dan masih enak,’’ kata Unggul.
Selesai kirim ke Pare, Unggul memutuskan membuka peluang bagi para pelanggan luar daerah yang ingin memesan. Bahkan, dia mendaftarkan jualannya ke platform jual beli online. Sehingga, pelanggan yang belum mendapatkan nomor ponselnya bisa memesan lewat toko online.
“Pernah yang paling jauh itu ke Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pengirimannya sekitar empat hari. Sampai sana masih bagus kondisinya. Jadi, ketika paket pentol datang, segera dikukus lagi dan sambalnya juga bisa dihangatkan,” terangnya.
Dia mengatakan, paling banyak mengirim sekitar lima kilogram pentol corah. Meski dengan ongkos kirim yang cukup tinggi karena bobot paket, menurutnya pelanggan masih mau menanggung. Jika ingin cepat, ada layanan JNE Express yang super kilat. Sehari sampai.
“Untuk kemasan yang bisa dikirim luar daerah ini ada kemasan 500 gram dengan harga Rp20 ribu, kemudian dengan sambalnya Rp27 ribu. Itu untuk yang versi toko online. Atau bisa langsung pesan berapa kilogram gitu langsung ke saya,” katanya.
Dengan adanya JNE, dia bisa lebih mudah mengirim ke luar kota. Tentu, omzetnya bisa tambah sampai 20 persen hingga 30 persen. Dia lebih banyak meraup untung ketika event Tahun Baru.
“Saya awalnya nggak menyangka kalau bisa dikirim sampai ke luar daerah. Sda yang dari Jayapura juga dulu mau order. Nah, sayangnya yang paling cepat itu 8 hari baru sampai. Akhirnya nggak jadi. Pas sudah sampai pasti sudah basi,’’ katanya.
‘’Saya sebagai pengguna JNE sangat terbantu. Bagaimanapun JNE menjadi bagian dari saya yang merupakan pengusaha UMKM. Sehingga, usaha saya dikenal dan saya bisa melayani pelanggan luar daerah. Saran untuk JNE, mungkin untuk kedepannya, pengiriman ke Papua bisa agak cepat,’’ katanya.
Unggul kerap menggunakan jasa JNE dibanding jasa pengiriman lainnya. Selain ongkos kirim yang terjangkau, lokasi berjualannya berdekatan dengan Agen JNE.
Istiqomah Ayu Widyaningrum, petugas Agen JNE Ngawi Jalan Ahmad Yani mengatakan, sekitar 20 lebih paket dikirim dalam sehari. Meski mayoritas adalah pesanan cashless, atau pesanan yang dikirim ketika pelanggan membeli dari toko online.
Tak hanya yang berupa barang seperti pakaian dan kosmetik, ada pula berupa makanan dan jajanan. Mayoritas yang dikirim adalah keripik tempe dan sambel pecel.
“Mayoritas yang dikirim untuk makanan itu adalah keripik tempe dan sambal pecel dan makanan ringan lainnya. Kemudian, untuk keseluruhan paket, biasanya ditujukan ke Jakarta dan Bogor. Sisanya ke daerah yang berada di Jawa Timur atau Jawa Tengah. Kapan hari itu ada yang kirim ke Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Menurutnya, tak ada kemitraan khusus dengan usaha mikro di Ngawi. Semua pelanggan baik dari UMKM atau perseorangan yang ingin kirim barang dipersilahkan dan diberi kesempatan yang sama.
“Kami terbuka bagi siapa saja, utamanya UMKM, kami senang bisa membantu UMKM mengembangkan usahanya dengan melayani sampai ke luar kota,” pungkasnya. [fiq/beq]






