Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dia adalah Latifah Nurahmi, dosen Departemen Teknik Mesin ITS.
Ia menerima Anugerah Ikon Prestasi Pancasila, karena dinilai menjadi sosok berprestasi, inspiratif, dan memiliki rekam jejak positif. “Saya menerima anugerah di bidang sains dan inovasi,” ujarnya ditulis Jumat (15/9/2023).
Latifah adalah pencipta robot hybrid di bidang medis. Robot tersebut berguna untuk rehabilitasi dan membantu operasi patah tulang. Robot ini bergerak lebih fleksibel ketimbang robot paralel yang sudah ada sebelumnya.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo Terkendali, Warga Berjibaku Memadamkan Api
Robot tersebut diciptakan bukan untuk menggantikan posisi dokter namun sebagai penunjang proses medis. Salah satu perannya yakni membantu dokter menangani operasi dengan akurasi tinggi.
Latifah juga berencana untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan robot tersebut. Di sisi lain, ia menilai jika penghargaan ini sebagai bukti ITS mendukung Pancasila sebagai ideologi negara lewat kegiatan akademik dan riset.
Penghargaan itu pun ia persembahkan untuk anak perempuannya, mahasiswi Teknik Mesin ITS, dan seluruh perempuan di Indonesia. Kata dia, capaian ini bukti jika perempuan mampu bersaing dari segi kemampuan berpikir, riset, dan mengajar.
Baca Juga: Berjalan Beriringan, Atlet Kabupaten dan Kota Mojokerto Raih Emas Balap Sepeda Criterium Putra-Putri
“Semoga dapat menginspirasi para perempuan lain untuk terus berkarya dalam bidang sains dan teknologi,” tandas Latifah. [ipl/ian]






