Blitar (beritajatim.com) – Ciki Ngebul ternyata muncul di gelaran Blitar Djadoel yang berlangsung sejak 17 Juni 2023 lalu. Padahal, Ciki Ngebul termasuk jajanan berbahaya.
Ini membuktikan tidak adanya penyaringan barang dagangan di Bazar Blitar Djadoel tersebut. Terutama untuk makanan yang tergolong berbahaya.
Dinas Kesehatan Kota Blitar mengakui di Bazar Blitar Djadoel ada 3 stand pedagang yang menjual jajanan berbahaya Ciki Ngebul. Terkait hal ini, Dinkes menyatakan tidak dilibatkan dalam proses seleksi calon pedagang sebelum event digelar.
“(Seleksi) tidak melalui Dinkes, langsung Disperindag dan sebenarnya Disperindag memberi tahu kami, sebenarnya kami telah melarang pedagang Ciki Ngebul, itu sudah dilarang,” ucap Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, Mohamad Agus Sabtoni, Selasa (20/6/2023).
Menanggapi temuan tersebut, Dinkes Kota Blitar langsung terjun ke lapangan untuk memberikan imbauan kepada para penjual jajanan Ciki Ngebul. Dinkes Kota Blitar mengimbau para pedagang jajanan berbahan nitrogen cair tersebut untuk berhenti berjualan di Bazar Blitar Djadoel.
Baca Juga:
Jajanan Berbahaya “Ciki Ngebul” Masih Dijual di Bazar Blitar Djadoel
Dinkes Kota Blitar hanya bisa memberikan imbauan dan bukan teguran atau perintah untuk menutup dagangan. Sebab, itu bukan kewenangan Dinkes Kota Blitar, selain itu dimungkinkan para pedagang tersebut juga telah membayar stand di acara Blitar Djadoel.
“Dua dari tiga stand sudah ditutup, insya Allah hari ini semua selesai,” imbuhnya.
Dinkes Kota Blitar memastikan dua stand dagangan Ciki Ngebul tutup usai diberikan sosialisasi dan imbauan. Sementara satu penjual Ciki Ngebul lainnya masih berdagang dan diperkirakan akan tutup pada hari ini.
“Kami tidak ingin ada keracunan atau peristiwa usai kegiatan ini,” tandasnya.
Dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan Terhadap Penggunaan Nitrogen Cair Pada Produk Pangan Siap Saji, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada 6 Januari 2023 , dijelaskan penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada makanan pangan siap saji yang berlebihan dan dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.
Baca Juga:
Penjual ‘Ciki Ngebul’ Ditemukan di Alun-alun Kota Madiun
Di antaranya radang dingin, luka bakar atau cold burn pada jaringan kulit, tenggorokan terasa seperti terbakar, bahkan dapat terjadi kerusakan internal organ. Hal ini disebabkan suhu yang teramat dingin dan langsung bersentuhan dengan organ tubuh dalam waktu yang panjang.
Selain itu, menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas cukup parah.
Ciki Ngebul sendiri merupakan jajanan kekinian yang banyak diminati karena keunikannya. Saat dikonsumsi, Ciki Ngebul dapat mengeluarkan asap yang berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen yang memiliki suhu sangat rendah.
Cairan nitrogen jernih, tidak berwarna dan tidak berbau sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. Sensasi inilah yang membuat Ciki Ngebul banyak menarik perhatian sekaligus digemari masyarakat utamanya anak-anak. [owi/beq]






