Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang berupaya mencegah kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan melakukan Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR ke sejumlah wilayah. Sebanyak 16 puskesmas yang ada di Kota Malang akan melakukan vaksinasi campak langsung ke perkampungan seperti di Balai Pertemuan Sanansari, Bunulrejo, Kota Malang pada Senin (6/4/2026).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meminta Kepala Dinas Kesehatan setempat Husnul Muarif untuk terus aktif menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. Tingginya capaian vaksinasi dianggap penting untuk mengantisipasi penularan agar tidak terjadi KLB.
Wahyu juga mendorong semua pihak termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemkot Malang untuk terus aktif memberikan penyadaran ke masyarakat. Apalagi, risiko penularan campak cukup tinggi. Sehingga perlu kekebalan komunal untuk mencapai predikat Kota Malang bebas campak.
“Karena ini menularnya cepat sekali, 1 banding 18. Nah inilah, maka itu kita datangi door to door untuk bisa memberikan pemahaman dan edukasi kepada mereka agar tidak terjadi KLB,” ujar Wahyu.
Wahyu menyebut melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat efektif karena masih ada warga yang menganggap imunisasi campak tidak berdampak pada kondisi tubuh bayi. Untuk itu vaksinasi juga dilakukan secara door to door agar mudah dijangkau warga.
Untuk sasaran vaksinasi campak sendiri adalah bayi berusia 9 bulan sampai dengan 59 bulan. Dia mendorong orang tua agar memberikan vaksinasi campak kepada buah hatinya sebab bisa berdampak fatal hingga meninggal dunia.
“Kita sudah melakukan door to door, tetapi masih ada pemahaman yang belum mereka terima sebagaimana harapan kita bersama. Tapi ini kita tidak putus asa, kita akan pendekatan lagi. Kita juga dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat memberikan edukasi kepada mereka untuk mau melakukan imunisasi campak,” kata Wahyu.
Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan bahwa kendala utama memang ada beberapa orang tua yang tidak bisa memberikan vaksinasi campak baik dosis 1 maupun dosis 2 karena terkendala transportasi maupun izin dari keluarga. Untuk kendala ini Dinkes Kota Malang akan melakukan kunjungan ke rumah agar vaksinasi bisa dilakukan.
“Memang masih ada sasaran yang tidak bisa hadir untuk imunisasi. Mungkin terkendala transportasi, terkendala izin dari orang tua, atau lainnya. Yang tidak hadir itu kami lakukan kunjungan rumah,” ujar Husnul. (luc/kun)






