Jombang (beritajatim.com) – Keberaniannya mengambil risiko menjadi ‘komandan’ pembangunan tiga masjid secara bersamaan bisa dibilang nekat. Itulah Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park dan Saeida Estate. Tentu saja, banyak apresiasi yang mengalir kepada dirinya atas keberaniannya itu.
“Keberaniannya mengambil risiko saya ajungi jempol. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, motivator dan aktivis literasi dan Pendidikan, ia berani memimpin langsung pembangunan 3 masjid,” papar Prof Dr Suparto Wijoyo, Pengurus MUI Jatim, yang juga Ketua Dewan Pengawas Yayasan Iqra Semesta.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dedurian-park”]
Doktor Ahli Lingkungan dan Wadir Pasca Sarjana Unair ini menyaksikan langsung kesungguhan Yusron dalam membangun 3 masjid.
“Modalnya pak Yusron temannya banyak. Sehingga ia perlahan tapi mampu wujudkan. Yang saya awasi langsung kan pembangunan masjid Ustman bin Affan di komplek Kampus Alam DeDurian Park, karena Yayasan kami Iqra Semesta yang mengendalikan,” tegas Pakar Kebangsaan ini.
Hal senada diungkapkan pimpinan Pesantren Fathul Ulum Jombang, Gus Amin. Dia memuji langkah-langkah yang dilakukan Yusron selama ini.
“Tapi saya perhatikan dalam waktu bersamaan juga membangun masjid At Tauhid YPM dan Masjid Abdurrahman bin Auf di Puncak WCP,” tambah Parto yang dosen juga narasumber nasional dalam berbagai perhelatan ini.
“Mas Yusron ini manusia nekat. Tawakkalnya luar biasa dalam menjalankan kehidupan. Saya menjadi saksi langsung langKah-langkahnya,” tegasnya.
“Kami Bersama puluhan santri muda juga sedang bekerjasama dengan Ustadz Yusron bangun gerakan pemberdayaan Santri di Bogor Jawa Barat,” tambahnya.
Ditemui terpisah, Yusron Aminulloh mengungkapkan bahwa ia hanya menjalankan amanah ummat. “Memang agak bonek. Tapi saya hanya menjalankan amanah. Masing-masing masjid sudah ada “pasukan” Allah yang menggalang dana. Jadi saya bukan yang membangun masjid, tapi ummat. Saya pelayannya,” katanya merendah.
“Modal masjid ini rata-rata Rp 200 juta dari rata-rata biaya pembangunan Rp 2 Miliar hingga Rp 2,5 Miliar. Tapi tiap hari Allah kirimkan manusia pilihan untuk mendukung pembangunan. Jadi saya menjadi ‘dirigen orchestra’ keindahan ummat membangun 3 masjid bersamaan,” tambah Yusron.
Bahkan Yusron menyebut, masing-masing masjid punya tim penggalangan dana. “Di Masjid Ustman bin Affan, ada mas Damanhuri, mas Adit dan bahkan Prof Parto dan Pak Edy Priyanto, menjadi tim penggalangan dana. Di Masjid At Tauhid, ada Pak Muhtarom dan Pengurus Yayasan Peduli Muallaf, di WCP dan Coach Dr Fahmi Dan Ustadz Gurning, Pak Joti,” katanya.
“Jadi saya hanya pengendali. Tapi memang saya nekat terus mewujudkan. Pekerja dan material terus kita datangkan tiap hari tidak berhenti membangun sejak 6 bulan ini, target 2 tahun 3 masjid tuntas,” tegasnya.
Yusron juga memohon doa dan dukungan. Karena bersamaan dengan itu juga terus berupaya memakmurkan warga sekitar masjid, jamaah dengan konsep pemberdayaan. “Kami sudah undang langsung dan belajar dari Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir. Percuma membangun masjid tanpa memakmurkan jamaahnya. Ini yang lebih penting dibanding sekadar membangun fisik masjid,” tambah Yusron yang juga dikenal sebagai Trainer MEP dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Iqra Semesta ini. [suf]







