Malang (beritajatim.com) – Hesti Rosa Wulansari, CEO Mebiso.com asal Malang meraih dana hibah Rp30 juta. Dia meraih juara Diplomat Success Challenge (DSC) Season 14 kategori Most Progressive Challengers.
DSC merupakan kompetisi bisnis skala nasional. Kompetisi ini diikuti lebih dari 29.780 proposal terdaftar.
Perjalanan panjang Hesti Rosa diawali dari babak penyisihan sampai final menyisakan 12 finalis. Hesti Rosa membawa brand Mebiso.com platform digital satu-satunya asal Jawa Timur yang menembus babak akhir.
“Saya melewati perjalanan panjang, dan berhasil menjadi salah satu orang yang bisa sampai babak final. Perjalanan saya dimulai dari babak penyisihan hingga final yang menyisakan 12 finalis. Mulai penyisihan menjadi 2.500 finalis yang lolos vlog pitch, lanjut menjadi 450 finalis yang lolos seleksi nasional,” ujar CEO Mebiso.com ini.
Selanjutnya diseleksi menjadi 45 finalis yang ikut bootcamp di Jakarta. Dilanjutkan menjadi 24 finalis yang untuk battle round pertama dan kembali disaring menjadi 18 finalis di battle round kedua. Kemudian final, menyisakan 12 finalis.
Hesti mengaku selama berkompetisi dia bisa belajar banyak hal. Dia percaya, setiap perjalanan pasti ada pembelajaran, terutama dengan bertemu banyak relasi dan founders.
“Menurut saya menambah wawasan, dan pengetahuan yang bisa meyakinkan lagi bagaimana caranya memimpin perusahaan. Jadi menurut saya, pembelajaran yang saya dapat di DSC akan saya terapkan ketika saya kembali ke dunia bisnis,” katanya.
“Saya yakin dengan tambahan pengetahuan selama DSC. Ketika kembali memimpin perusahaan, harapannya semakin terbentuk juga. Saya percaya dengan tim yang sudah support sejak awal, akan menjadi kekuatan bagi saya untuk bisa memimpin perusahaan,” lanjut Hesti.
Perjuangan dalam menjalani kompetisi tersebut diakuinya tidak mudah. Hesti harus menjawab berbagai tantangan. Mulai dari mengikuti wajib militer (wamil) sampai terjun langsung ke lapangan untuk praktek berjualan dan membuat event.
“Banyak hal berkesan yang saya peroleh. Mulai dari mentoring, dan mendapatkan pengalaman langsung,” katanya.
Perjalanan panjang tersebut yang membawa Hesti Rosa mendapat predikat Most Progressive Challenger dalam DSC Season 14. Bahkan, perempuan asli Malang ini juga meraih dana hibah sebesar Rp30 juta.
Sebagai informasi, Mebiso.com merupakan jasa merek yang menggunakan AI yang membantu pengusaha melindungi mereknya secara real time dan affordable. Tahun 2023, sudah ada ribuan merek yang melakukan pendaftaran melalui JasaMerek.com by Mebiso.
Ke depan, Hesti berharap mampu memberi kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 10 persen per tahun. Sejak bulan Mei 2023 hingga Januari 2024, sudah ada 3.378 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan Dokumen Hasil Analisis (DHA).
Artinya, ada tiga ribu lebih pelaku usaha yang meminimalisir usul tolak saat melakukan pendaftaran merek. Hingga saat ini, tercatat pelaku UMKM yang melakukan pengecekan merek melalui platform Mebiso.com sebanyak 267.006.
“DHA ini mampu mengukur prosentase keberhasilan pendaftaran merek. Pelaku usaha yang belum mendaftarkan mereknya bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Setelah mendapatkan hasil DHA, jika hasilnya lebih dari 50 persen, bisa melanjutkan untuk daftar merek. agar tak ditolak saat daftar,” kata Hesti.

“Kami melakukan pengecekan merek secara real time. Sehingga, pelaku usaha bisa mendaftarkan mereknya dengan segera,” kata dia.
Hesti menjelaskan, Mebiso.com merancang Trademark Analyzer dengan mengadopsi artificial intelligence (AI) yang mempermudah pelaku usaha. Dengan ini, mereka dapat mengetahui dan lebih meyakinkan seberapa besar prosentase keberhasilan merek yang akan didaftarkan.
“Kami berharap dengan fitur yang kami ciptakan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya para pelaku usaha mendaftarkan dan melindungi merek dagangnya. Fitur Mebiso.com ini yang akan mengakomodir kebutuhan tersebut,” kata dia.
Fitur tersebut digunakan untuk memudahkan pelaku usaha dalam melakukan pengecekan mereknya. Sebagai langkah awal sebelum mendaftarkan merek, pelaku usaha dapat melakukan pengecekan merek secara gratis melalui Fitur Check Similarities.
“Proses pengecekan merek juga transparan, proteksi terotomatisasi dan mendapat dukungan dari praktisi. Sehingga, membantu melindungi originalitas merek dan kekuatan brand,” lanjutnya.
Di samping itu, Mebiso.com menghadirkan fitur monitoring merek. Fitur ini dapat membantu agar pelaku usaha tidak melewatkan perubahan status krusial untuk kesempatan mempertahankan mereknya dalam pemantauan.
Hesti menyebut, platform ini juga membantu pelaku usaha untuk menjawab kebutuhan perlindungan merek. Mulai dari tahap pra hingga pasca pendaftaran merek.
“Mulai dari memperhitungkan potensi keberhasilan daftar merek, hingga memasang fitur proteksi yang aktif 24 jam dalam satu minggu untuk mendeteksi dan mencegah tindak peniruan merek,” lanjut dia.
“Salah satunya, dengan sistem notifikasi. Pemberitahuan ini bisa didapatkan langsung oleh pemilik merek melalui notifikasi WhatsApp,” lanjut dia.
Platform ini dirancang secara komprehensif untuk mendukung pelaku usaha yang ingin melindungi originalitas merek usahanya. Kemudian, mendukung biro jasa dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan.
“Sementara, bagi masyarakat, mampu melindungi tipu daya merek KW (tipuan). Serta, dari sisi pemerintah, mampu mendorong upaya pemerataan perlindungan kekayaan intelektual (KI),” lanjutnya.
Sementara itu, Diplomat Success Challenge merupakan program kompetisi kewirausahaan yang memberikan kesempatan kepada kaum muda Indonesia yang berani berwirausaha untuk memperoleh hibah modal usaha total Rp 2,5 miliar pendampingan serta edukasi.
Selain fokus pada karya untuk Indonesia, DSC Season 14 juga memberikan perhatian pada pemanfaatan bahan-bahan lokal. Melalui inovasi, generasi muda diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi produknya, juga berkomitmen kuat terhadap keberlanjutan.
Adapun yang bertindak sebagai juri (Dewan Komisioner) antara lain, Surjanto Yasaputera, Helmy Yahya dan Antarina S.F Amir. Wirausahawan juga melalui masa inkubasi kewirausahaan dari pengusaha muda sukses lainnya seperti lead coach (M. Jupaka, Nilam Sari, Andanu Prasetyo).
Ada juga guest coach (Hendoko Hendroyono, Arief Budiman, Nova Dewi Setiabudi). Selain itu juga berkesempatan memperluas bisnis dan jaringan melalui komunitas alumni Diplomat Success Challenge, yakni Diplomat Entrepreneur Network. [dan/beq]






