Kediri (beritajatim.com) – Cawali Kota Kediri nomor urut 1, Vinanda Prameswati, berkomitmen untuk menjaga eksistensi pasar tradisional di tengah persaingan dengan pasar modern. Komitmen ini ia sampaikan pada pedagang saat blusukan ke Pasar Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
“Harapannya eksistensinya (pasar tradisional) harus terus terjaga dan adanya revitalisasi,” tegas Vinanda saat agenda kampanye Pilkada 2024 itu.
Pasar Mrican merupakan salah satu pasar tradisional besar yang dimiliki Kota Kediri setelah Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing. Lokasi pasar ini sangat strategis, berada tak jauh dari Pabrik Gula Mrican, Kampus Universitas Brawijaya Kediri serta jalur menuju ke Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Vinanda ingin pasar ini ke depan lebih berkembang agar para pedagang tambah sejahtera. Banyak pedagang yang selama ini menggantungkan ekonominya dari keberadaan Pasar Mrican.
Cawali yang berpasangan dengan pengasuh PP Al-Ishlah Bandar Kidul, Mojoroto, KH Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) ini berkeliling ke kios-kios dan lapak pedagang. Dia juga berbincang dengan mereka sembari berbelanja sayuran dan daging ayam untuk dibagikan.
Sosoknya yang santun dan kalem mendapat sambutan hangat dari pedagang dan pengunjung. Seperti di tempat-tempat lain yang dikunjungi, Vinanda diajak berswafoto.
Selayaknya perempuan Jawa memegang teguh adat ketimura, Vinanda sangat menghormati mereka. Berbicara dengan santun dan melayani permintaan foto bareng tersebut. Dia pun berdoa untuk kelancaran rezeki para pedagang.
“Semoga para pedagang usahanya bisa terus lancar, dan dagangannya bisa terus laris,” tuturnya diamini oleh pedagang dan tim yang membersamainya.
Kesederhanaan Vinanda ini memperoleh pujian dari Wiji, pedagang sayur. Lelaki paruh baya yang sudah berjualan selama 10 tahun di pasar ini, melihat raut wajah seorang pemimpin yang melayani dari perempuan 26 tahun itu.
“Orangnya cantik, ramah dan tadi pas mau beli mau ngambil dan pilih sendiri. Tadi beli cabe. Semoga bisa menjadi walikota. Insyaallah saya akan pilih dia,” kata Wiji sambil memadangi.
Tak hanya belanja, Vinanda juga terlibat diskusi dengan pedagang dan pendukungnya yang ada di pasar ini. Dia pun menyampaikan visi-misi besarnya untuk Kota Kediri yang lebih mapan kedepannya.
Ada beberapa hal yang dititipkan pedagang kepada Vinanda. Mulai dari keramaian jalan di sekitar pasar yang kerap menyebabkan kecelakaan, relokasi pasar untuk menampung lebih banyak pedagang dan UMKM hingga permintaan agar dibangunkan sekolah SMA Negeri 5.
SMA Negeri 5 Kediri sudah berubah menjadi SMA Taruna. Dengan perubahan itu, banyak siswa dari Kelurahan Mrican, Dermo dan sekitarnya yang kesulitan sekolah di SMA, lantaran tidak masuk zonasi.
“Ini untuk menampung anak-anak kita, biar bisa masuk SMA Negeri. Karena semenjak SMA 5 berubah menjadi SMA Taruna, wilayah Mrican sampai Dermo tidak masuk zonasi, ” kata Santoso.
Vinanda menampung semua aspirasi dari masyarakat dalam diskusi ini. Tentunya ia akan membahas segalanya itu bersama tim. [nm/beq]






