Jember (beritajatim.com) – Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati nomor urut 1, menantang pasangan calon Muhammad Fawait dan Djoko Susanto menampilkan inovasi untuk mengatasi pengangguran, dalam debat perdana antarkandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, di New Sari Utama Ballroom, Sabtu (26/10/2024) malam.
Tantangan ini disampaikan Firjaun saat diberi kesempatan menyampaikan pernyataan mengenai penanganan pengangguran di Jember. Menurutnya, dibutuhkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat dan akses bagi warga di kawasan pinggiran agar bisa menjual komoditas pertanian.
Menurut Firjaun, Pemkab Jember bekerja sama dengan beberapa pihak untuk membuka lapangan kerja baru, sekaligus memberikan pengetahuan kepada warga yang belum bekerja agar mandiri. “Kita akan berdayakan warga miskin, antara lain bantuan ternak, ikan, agar mereka mengelola itu. Kita beri mereka kail agar mampu memberdayakan dirinya” katanya.
Firjaun lantas mencontohkan sektor peternakan. Warga yang bekerja, menurutnya, bisa mendapat bantuan ternak seperti ternak ayam agar bisa berkembang. “Rata-rata pengangguran ini kurang dari teknologinya ataui pengetahuannya. Kedua, keterbatasan modal. Oleh karena itu kita permudah permodalan bagi UMKM di Kabupaten Jember,” katanya.
Penjelasan Firjaun ini direspons Djoko Susanto, calon wakil bupati nomor urut 2, dengan memaparkan strategi mengatasi pengangguran di Jember. “Angka pengangguran pada 2022 ke 2023 naik. Untuk mengatasi itu, kami paslon nomor 2 mempunyai langkah strategis,” katanya.
“Pertama, tentu menciptakan iklim investasi yang sehat melalui pendekatan birokrasi yang efektif dan efisien guna memudahkan dan mempercepat proses perizinan, serta menjamin implementasinya. Dengan demikian, dapat membuka lapangan kerja baru,” kata Djoko.
Langkah kedua, lanjut Djoko, adalah mendirikan bengkel usaha di setiap kecamatan untuk mendorong tumbuh kembang usaha mikro kecil menengah. “Program bengkel usaha ini berupa pelatihan, pendampingan, bantuan modal, sharing fasilitas usaha, dan asistensi pasar,” katanya.
Mendengar penjelasan itu, Firjaun meminta pasangan Fawait-Djoko untuk mengakses data terbaru. “Karena data yang disampaikan soal stunting, kemiskinan, pengangguran, adalah data tahun 2022. Sekarang stunting sudah turun, pengangguran pun sudah turun. Di pertengahan 2021-2022, pengangguran naik karena ada Covid dan hampir di semua kabupaten kota mengalami hal sama,” katanya.
“Tapi perlu dilihat, hari ini bagaimana pengangguran di Kabupaten Jember? Kemiskinan yang semula kita tinggi sudah di ranking 18. Tapi kita banyak kekurangan. Kami akan berupaya memaksimalkan, termasuk akan memberikan pelatihan-pelatihan dan sebagainya. Itu sudah kita lakukan,” kata Firjaun.
Firjaun justru mempertanyakan balik imovasi baru yang akan dilakukan Fawait-Djoko. “Tadi yang disampaikan, sudah kami lakukan semuanya. Nah, kami butuh inovasi baru dari pemuda yang katanya punya inovasi luar biasa,” katanya.
Tema debat perdana ini adalah Penguatan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Kabupaten Jember. Ada lima subtema yang diambil, yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, keberlanjutan ekologi dan energi, dan pengangguran maupun lapangan pekerjaan.
Dua pasangan kandidat yang berhadapan adalah pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman diusung PDI Perjuangan, dan Muhammad Fawait berpasangan dengan Djoko Susanto dan diusung koalisi Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, Golkar, PPP, dan PAN. [wir]






