Surabaya (beritajatim.com) – Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), penting untuk mencatat bahwa kawasan wisata ini akan ditutup sementara pada akhir Maret hingga awal April 2025.
Penutupan ini dilakukan dalam rangka menghormati dua perayaan penting, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1446 H. Menurut informasi resmi dari pengelola TNBTS, kawasan wisata Bromo akan ditutup mulai 28 Maret hingga 1 April 2025.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setiap tahunnya menutup akses wisata untuk menghormati Hari Raya Nyepi, yang dirayakan oleh masyarakat Hindu Tengger.
Pada hari ini, seluruh aktivitas di kawasan Bromo dihentikan guna mendukung pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Selain itu, penutupan juga bertepatan dengan perayaan Idulfitri 1446 H, yang merupakan momen penting bagi umat Islam untuk berkumpul bersama keluarga.
Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat, termasuk para pelaku wisata, untuk merayakan hari raya bersama keluarga mereka.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Bromo, disarankan untuk berkunjung sebelum atau setelah tanggal penutupan tersebut.
Setelah tanggal 1 April 2025, kawasan wisata akan kembali dibuka secara normal, sehingga pengunjung dapat menikmati pesona matahari terbit di Penanjakan, lautan pasir, hingga keindahan Gunung Bromo yang ikonik.
Tips Berwisata ke Bromo
-Cek Jadwal Operasional
Selalu periksa informasi terbaru dari pengelola TNBTS terkait akses wisata.
-Pesan Tiket Lebih Awal
Jika ingin berkunjung setelah penutupan, pastikan untuk memesan tiket online lebih awal melalui laman resmi TNBTS.
-Persiapkan Kondisi Fisik
Suhu di kawasan Bromo bisa sangat dingin, terutama saat pagi hari. Kenakan pakaian hangat dan bawa perlengkapan yang sesuai.
-Hormati Adat dan Budaya Lokal
Saat berkunjung ke Bromo, selalu patuhi aturan dan hormati adat masyarakat Tengger.
Dengan adanya informasi ini, wisatawan diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan tetap menghormati tradisi serta perayaan keagamaan yang berlangsung di kawasan Bromo. [fyi/suf]






