Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya pencarian korban yang diduga ceburkan diri di Sungai Brantas Rolak Songo Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto masih terus dilakukan. Namun, pencarian sementara ini mengalami kendala karena debit air sungai terpanjang di Jawa Timur tersebut sedang surut.
“Kendala sementara ini yang dihadapi petugas memang debit air Sungai Brantas surut. Kami memperkirakan teman-teman di lapangan akan melakukan manuver siang ini menggunakan perahu karet di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Komandan Lapangan Basarnas Surabaya, Novix Heryadi, Kamis (3/6/2025).
Untuk mengatasi hambatan tersebut, siang ini tim gabungan berencana berkoordinasi dengan pihak Perum Jasa Tirta guna membuka pintu air. Harapannya, jika debit air bertambah dan arus sungai kembali normal, maka dapat membantu menggerus bagian dasar sungai dan memungkinkan korban untuk muncul ke permukaan.
Sebelumnya, seorang pria diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Sungai Brantas di Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sebelum menceburkan diri, korban menitipkan sepeda motor miliknya ke klebet (pengatur arus lalu lintas).
Sebelum menceburkan diri, korban menitipkan sepeda motor Honda Beat nopol W 3029 ZX kepada seorang klebet (pengatur arus lalu lintas) di sekitar lokasi kejadian. Ia kemudian terlihat mengapung sejauh kurang lebih 100 meter ke arah timur sebelum akhirnya tenggelam dan hilang terbawa arus sungai yang cukup deras.
Keterangan sejumlah saksi juga telah dimintai guna mendalami kejadian. Pihak kepolisian bersama keluarga akhirnya berhasil mengidentifikasi korban sebagai SR (20), warga Dusun Karangnongko, Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Identitas korban terungkap setelah keluarganya mengenali sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi. [tin/but]






