Mojokerto (beritajatim.com) — Tim Search and Rescue (SAR) melakukan proses pencarian seorang pria yang diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Sungai Brantas di kawasan Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Tim SAR dibagi tiga SRU (Search and Rescue Unit).
Komandan Lapangan Basarnas Surabaya, Novix Heryadi mengatakan, proses pencarian korban asal Sidoarjo tersebut melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur. “Pencarian dibagi dalam tiga SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama menyisir area dari lokasi kejadian hingga Kecamatan Tarik, Sidoarjo, dengan radius sekitar 5 kilometer,” ungkapnya, Kamis (3/6/2025).
SRU kedua melanjutkan pencarian dari Jembatan Tarik hingga Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dengan jarak sekitar 10 kilometer. Sementara, lanjutnya, SRU ketiga disiagakan di titik-titik cek poin di sepanjang jembatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo menuju Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk memantau pergerakan arus.
“Sebanyak enam perahu karet dikerahkan dalam pencarian ini. Pencarian akan dimaksimalkan hingga SOP hari ke-7. Jika sampai batas itu korban belum ditemukan, operasi pencarian akan ditutup sementara dan bisa dibuka kembali jika muncul tanda-tanda keberadaan korban,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang pria diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Sungai Brantas di Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sebelum menceburkan diri, korban menitipkan sepeda motor miliknya ke klebet (pengatur arus lalu lintas).
Sebelum menceburkan diri, korban menitipkan sepeda motor Honda Beat nopol W 3029 ZX kepada seorang klebet (pengatur arus lalu lintas) di sekitar lokasi kejadian. Ia kemudian terlihat mengapung sejauh kurang lebih 100 meter ke arah timur sebelum akhirnya tenggelam dan hilang terbawa arus sungai yang cukup deras.
Keterangan sejumlah saksi juga telah dimintai guna mendalami kejadian. Pihak kepolisian bersama keluarga akhirnya berhasil mengidentifikasi korban sebagai SR (20), warga Dusun Karangnongko, Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Identitas korban terungkap setelah keluarganya mengenali sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi. [tin/but]






