Sumenep (beritajatim.com) – Ada beragam cara yang dilakukan untuk menggalang dana bagi para korban musibah erupsi Gunung Semeru. Salah satunya seperti yang dilakukan anak-anak muda yang tergabung dalam ‘Komunitas Secangkir Kopi’ Sumenep.
Mereka memilih menggalang dana dengan tidak meninggalkan identitas sebagai komunitas kopi. Mereka memilih aksi bertajuk: ‘Teruntuk Semeru. Beli kopi bayar seikhlasnya’.
Perwakilan Komunitas dalam Secangkir Kopi, Miftahur Raziqin yang karib disapa Oki menceritakan, erupsi Gunung Semeru menjadi pembahasan sebagian komunitas kopi se-Madura yang bertemu dalam sebuah acara di Pamekasan.
Dalam pertemuan tersebut, muncul gagasan agar melakukan kegiatan penggalangan dana bagi korban erupsi Gunung Semeru. Para pecinta kopi di Madura telah satu kata, bahwa untuk musibah erupsi Gunung Semeru tidak sebatas berduka, tetapi juga melakukan aksi nyata.
“Untuk teknis penggalangan dana diserahkan ke masing-masing komunitas. Tapi tetap dengan menunjukkan identitas sebagai komunitas kopi. Prinsipnya ngopi jalan terus, berbagi sesama juga jalan. Ini bagian dari ‘Sambung rasa’ dengan ngopi,” ujar Oki.

Ia mengatakan, untuk komunitas kopi di Sumenep, cara penggalangan dana yang dilakukan adalah dengan menjual (minuman) kopi tanpa patokan harga.
“Jadi minuman kopi ini bisa dibayar seikhlasnya. Berapa pun uang yang diberikan pembeli akan kami terima. Dan seluruh uang hasil penjualan kopi ini akan disumbangkan kepada korban erupsi Gunung Semeru. Ini merupakan cara kami untuk berbagi dan peduli. Ngopi jalan terus, berbagi sesama juga jalan,” ucapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”komunitas”]
Ia menambahkan, penggalangan dana tersebut dilakukan selama dua hari, yakni Sabtu (10/12/2022) dan Minggu (11/12/2022) di kawasan Taman Potre Koneng (alun-alun kota: red) yang menjadi pusat keramaian warga Sumenep.
“Dana yang terkumpul nantinya akan digabungkan se-Madura. Penyerahan hasil penggalangan dana akan disampaikan melalui pihak yang berkompeten,” terangnya. [tem/but]






