Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 70 santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, digembleng materi jurnalistik dan karya ilmiah yang digagas Lembaga Pengembangan Jurnalistik (LPJ) Pesantren Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan.
Kegiatan yang dikemas dalam Sekolah Jurnalistik Ke-15 tersebut, dipusatkan di Aula IKABA dan Laboratorium kompleks Pesantren Bata-Bata, dan digelar selama sepakan terakhir, terhitung sejak Kamis (15/8/2024) hingga hari ini.
“Sekolah Jurnalistik ini merupakan program rutin dari Lembaga Pengembangan Jurnalistik, digelar dalam rangka membumikan budaya literasi di Pesantren Bata-Bata,” kata Panitia Pelaksana Sekolah Jurnalistik 15, Ahmad Noval, Kamis (22/8/2024).
Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta merupakan santri yang tersebar di lembaga pendidikan menengah, mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Melalui kegiatan ini tentunya kami sangat berharap nantinya tercipta budaya literasi di pesantren, terlebih peserta juga digembleng dengan beragam materi tentang literasi, artinya bukan hanya materi jurnalistik semata,” ungkapnya.
Selain materi jurnalistik dasar berupa cara menulis berita, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui beberapa materi literasi. Di antaranya materi motivasi menulis, menulis karya tulis ilmiah, praktik menulis opini dan easy hingga materi desain.
“Dari materi ini, sebagian besar materi diisi oleh narasumber yang notabene tercatat sebagai praktisi sesuai bidang masing-masing. Bahkan sebagian besar di antaranya juga sudah menghasilkan karya,” jelasnya.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat, sekaligus dapat memotivasi para santri khususnya peserta untuk selalu komitmen mewujudkan literasi di pesantren. “Kami harap kegiatan ini bermanfaat, khususnya bagi peserta,” pungkasnya. [pin/ian]






