Surabaya (beritajatim.com) – Hipotermia biasa menjadi batu sandungan dari para pendaki gunung. Terutama bagi pendaki gunung yang masih pemula, hipotermia sering menghantui. Gejala hipotermia akan membuat sekujur tubuh dingin, bahkan bisa berakhir pada kematian seseorang. Tapi tidak perlu khawatir, ini beberapa tips penting demi terhindar dari hipotermia saat mendaki.
Mendaki gunung saat pagi hari
Dengan mendaki gunung pada saat waktu pagi hari akan membuat cuaca yang panas agar bisa terhindar dari Hipotermia. Ini bisa terjadi karena kondisi tubuh yang menurun saat merasakan kedinginan di malam hari. Sehingga pada pagi hari tubuh kembali merasakan suhu panas.
Menyiapkan pakaian yang hangat
Saat hendak mendaki gunung, sebaiknya gunakan dan siapkan pakaian yang tebal demi bisa menghangatkan badan. Disamping itu juga bisa melindungi tubuh dari goresan batang pohon atau saat terjatuh agar tidak terluka.
Jangan mendaki jika kelaparan
Saat makan tubuh seseorang akan melakukan metabolisme untuk mencerna makanan menjadi sumber energi. Agar tubuh terasa hangat saat cuaca dingin sebaiknya mengonsumsi makanan yang punya kandungan karbohidrat kompleks, bukan hanya mie instan saja. Persiapan bekal mendaki dengan membawa tempe, tahu, susu, oatmeal. Ini bertujuan agar beban tas juga tidak terlalu berat sementara bekal yang dibawa berkualitas.
Istirahat yang cukup, jangan lama
Ketika merasa capai hendak mendaki istirahatlah sebentar, agar badan harus tetap bergerak untuk membantu melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh jadi hangat. Sebab jika
terlalu lama beristirahat nantinya akan malas bergerak lagi. Terlalu istirahat juga bisa menyebabkan peredaran darah menurun hingga jadi sumber penyebab hipotermia.
Membuat api unggun, agar makin hangat
Jika merasakan tanda-tanda gejala hipotermia berupa tubuh yang menggigil. Maka segera beritahu tim yang lain agar bisa dibantu dengan membuat api unggun yang mampu hangatkan suhu badan kembali normal. Gejala lain dari hipotermia seperti pucat, mati rasa, penyempitan pembuluh darah, hingga tubuh yang terasa lemas.
Keselamatan saat mendaki gunung jadi prioritas utama, sehingga jika merasa ada gejala hipotermia sebaiknya segera atasi. Namun sebelum itu, lebih baik mencegah hipotermia itu terjadi. [dan/esd]






