Surabaya (beritajatim.com) – Membuat proposal merupakan salah satu hal yang sering dikerjakan oleh para pegawai maupun mahasiswa. Bagi yang ingin mengetahuinya, simak cara membuat proposal agar bisa diterima dalam artikel ini.
Dalam kolaborasi penyelenggaraan acara, biasanya perlu ada proposal dan laporan yang perlu dikerjakan. Namun, terkadang proposal tersebut belum sesuai standar. Lantas, apa dampaknya?
“Jika maksud dan tujuan tidak tersampaikan, maka calon partner akan menolak bekerja sama,” ujar Pakar SDM, Novianingtyastuti dalam Pelatihan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia lewat Zoom, Sabtu (4/3/2023).
Selain itu, kesalahan dalam menulis proposal dan laporan juga bisa berdampak pada penilaian yang buruk.
Novianingtyastuti mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis proposal.
[berita-terkait number=”1″ tag=”cara”]
Pertama, proposal yang dibuat perlu menjawab kebutuhan penerima. Kedua, pembuat proposal juga perlu mengetahui apakah gaya proposal dan bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan dengan keinginan calon partner.
“Pastikan proposal yang disampaikan mengakomodasi kebutuhan mereka,” imbuh Novianingtyastuti yang juga menjabat sebagai CEO PT Magnet Solusi Integra.
Dia juga menjelaskan bahwa proposal dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
- Permintaan formal: ada surat permintaan resmi untuk dikirimkan proposal penawaran
- Permintaan non formal: ada permintaan, tapi tidak ada surat permintaan resmi bisa hanya melalui chat atau obrolan
- Tidak ada permintaan: pembuat proposal berinisiatif sendiri mengirimkan
Untuk gaya proposal, kata Novia, bisa disesuaikan dengan penerima. Misalnya, jika proposal tersebut ditujukan untuk acara formal maka proposal dapat dibuat dengan bahasa yang formal dan standar baku.
Namun, jika penerima proposal adalah komunitas, maka proposal bisa dibuat non formal dengan desain yang kreatif dan menarik.
Selain gaya bahasa dan desain, bagan kerangka dalam proposal juga perlu diperhatikan. Secara umum, bagan proposal terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan dalam proposal mencakup latar belakang dan tujuan kegiatan.
Isi proposal berisikan tentang tema kegiatan, bentuk kegiatan, waktu dan tempat pelaksanaan, peserta keiatan, target kegiatan hingga penyelenggaraan.
Sementara itu, penutup berisi tentang kesimpulan hingga ucapan terima kasih dan harapan pengirim proposal. (nap)






