Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan terus memacu perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran pada awal tahun ini. Fokus pemantauan dilakukan pada ratusan titik parkir yang tersebar di wilayah strategis guna memastikan target tahunan dapat tercapai sesuai perencanaan.
Berdasarkan data triwulan pertama periode Januari hingga Maret 2026, realisasi parkir berlangganan telah menyentuh angka Rp1.570.270.000 dari target tahunan sebesar Rp9.375.300.000. Sementara itu, untuk sektor parkir konvensional Komisi I, capaiannya berada di angka Rp101.100.000 dari plafon target sebesar Rp373.280.000.
“Kami mengelola total 139 titik parkir berlangganan dan konvensional yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan dengan dukungan 192 juru parkir,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Tjahjono. Ia menjelaskan bahwa wilayah Pandaan, seperti sepanjang Jalan A. Yani dan R.A. Kartini, menjadi penyumbang signifikan dengan 65 titik parkir yang dijaga oleh 88 personel.
[irp posts=”1503988″ ]
Sektor parkir khusus juga menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar Rp97.485.000 dari total target tahunan senilai Rp275.860.000. Pengelolaan parkir khusus ini mencakup 13 titik strategis yang dioperasikan oleh 66 orang petugas pram pichem untuk menjamin ketertiban layanan.
“Untuk parkir khusus, kami menempatkan personel cukup banyak di titik ramai seperti Pasar Buah Cheng Hoo dengan 18 jukir dan Plaza Bangil yang disiagakan 24 jukir,” tambah Digdo Tjahjono saat merinci sebaran personel di lapangan. Pihaknya optimis peningkatan pengawasan di titik-titik padat tersebut akan terus mendongkrak realisasi PAD pada bulan-bulan berikutnya.
Dishub terus mengevaluasi kinerja para petugas di lapangan guna meminimalkan potensi kebocoran pendapatan di tiap zona parkir. Penataan personel dilakukan secara proporsional sesuai dengan beban kerja dan tingkat kepadatan kendaraan di masing-masing lokasi parkir khusus maupun umum.
Capaian di awal tahun ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi retribusi yang lebih akurat. Dengan total 192 pekerja juru parkir se-Kabupaten Pasuruan, Dishub berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam pelaporan keuangan setiap bulannya.
Dukungan sarana dan prasarana di area parkir terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman dalam menggunakan fasilitas ruang milik jalan. Optimalisasi sektor ini diharapkan mampu menjadi penopang kuat bagi pembangunan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah yang stabil dan terukur. [ada/aje]





