Probolinggo (beritajatim.com) – Gempa bumi berkekuatan 1,9 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Probolinggo pada Jumat pagi (18/7/2025) pukul 04.55 WIB. Meski tergolong lemah, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada lima rumah warga di Kecamatan Tiris.
Pusat gempa diketahui berada di wilayah Kabupaten Lumajang. Namun getarannya terasa hingga ke wilayah selatan Probolinggo dan memicu kepanikan warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menyebut bahwa lokasi terdampak berada di beberapa dusun yang ada di Kecamatan Tiris. Dari hasil asesmen awal, lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
“Pusat gempa memang berada di Lumajang, tetapi efeknya menjangkau ke Tiris, Probolinggo. Total lima rumah terdampak, dan saat ini kami sedang melakukan pendataan lanjutan,” ujar Oemar, Jumat (18/7/2025).
Adapun rumah-rumah yang terdampak antara lain milik Awi di Dusun Cora Kenik, Desa Segaran. Serta rumah milik Fathor dan Umi di Dusun Tancak, Desa Ranuagung.
Dua rumah lainnya milik warga Desa Ranugedang juga mengalami kerusakan, termasuk rumah milik Winda. Struktur atap dan dinding mengalami retakan akibat getaran dari gempa.
Meski merusak bangunan, gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Warga yang terdampak sementara ini memilih tinggal bersama keluarga terdekat.
“Kami terus mengirim tim dari Pusdalops untuk melakukan asesmen cepat. Fokus kami saat ini adalah keselamatan warga dan pemulihan pasca-gempa,” tambah Oemar.
BPBD Kabupaten Probolinggo juga menggandeng perangkat desa dan relawan untuk mendata kebutuhan mendesak warga terdampak. Mereka juga menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi gempa susulan.
Oemar mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. “Kami minta warga tidak panik dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya. [ada/aje]






