Lamongan (beritajatim.com) – Festival Lamongan Tempo Doeloe 2026 di kawasan Gajah Mada, tak hanya membawa pengunjung bernostalgia dengan nuansa jadul, tapi juga bisa memanfaatkan berbagai layanan publik. Ibarat pepatah “sambil menyelam minum air”.
Dalam festival tahunan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan (HJL) ini, layanan publik yang dihadirkan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Lamongan, yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pemeriksaan umum, cek gula darah, cek tekanan darah, dan konsultasi kesehatan untuk masyarakat.
Polres Lamongan juga membuka stand pelayanan yang menyediakan berbagai layanan. Seperti SIM Keliling, Samsat Keliling, hingga pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, mengatakan kehadiran Polres Lamongan di Festival Lamongan Tempo Doeloe, merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengundang seluruh masyarakat yang hadir di Festival Lamongan Tempo Doeloe untuk mampir ke stand Polres Lamongan. Manfaatkan layanan SIM Keliling, Samsat Keliling, SKCK, serta dapatkan informasi seputar layanan Call Center 110,” kata Hamzaid, Kamis (25/6/2026).
Masyarakat yang hadir juga dapat memanfaatkan pasar murah yang menawarkan beras, minyak goreng, dan telur dengan harga terjangkau yang telah disediakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan.
Kehadiran stand pelayanan, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Sebab, di sela menikmati suasana tempo dulu dan berburu kuliner legendaris, masyarakat juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pelayanan yang cepat dan mudah.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan Lamongan Tempo Doeloe tahun ini memadukan layanan publik, promosi produk unggulan daerah, serta beragam hiburan masyarakat bernuansa nostalgia.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir menikmati suasana Lamongan Tempo Doeloe. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenang kehidupan masyarakat Lamongan pada masa lalu yang damai, sejahtera, dan memiliki semangat juang tinggi.
“Lamongan Tempo Doeloe menghadirkan gambaran suasana zaman dulu, bagaimana masyarakat hidup dengan penuh kebersamaan dan memiliki semangat perjuangan yang kuat. Melalui kegiatan ini kita diajak mengenang sekaligus meneladani nilai-nilai tersebut,” kata Yuhronur.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menyebut Lamongan Tempo Doeloe yang akan berlangsung sampai 27 Juni mendatang, dimeriahkan oleh 88 stan bernuansa jadul yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, sekolah, dan BUMD.
“Selain itu, terdapat pula 50 stan UMKM yang menyajikan aneka jajanan jadul, jajanan pasar, hingga minuman tradisional unggulan yang menjadi khas daerah,” kata Nalikan.
Selama empat hari, masyarakat disuguhkan berbagai hiburan menarik. Hari pertama dimeriahkan pertunjukan campursari, hari kedua menghadirkan demo masak oleh Asosiasi Chef Indonesia dan Orkes Selecta, hari ketiga diisi alunan musik keroncong, sedangkan hari terakhir menghadirkan Nostalgia 90-an. (fak/aje)






