Jember (beritajatim.com) – Hendy Siswanto, calon bupati petahana nomor urut 1, mengoreksi data panelis soal prevalensi stunting di Kabupaten Jember, dalam debat perdana antarkandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, di New Sari Utama Ballroom, Sabtu (26/10/2024) malam.
Dalam pertanyaan yang dibacakan mocderator Emil Faizah, panelis menyebutkan angka prevalensi stunting di Jember berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia adalah 34,9 persen. Namun, menurut Hendy, telah terjadi penurunan prevalensi stunting sebanyak 5,2 persen dari 34,9 persen menjadi 29,7 persen pada 2023.
Ini lebih baik daripada penurunan angka stunting secara nasional yang hanya turun 0.8 persen. “Alhamdulillah dari penimbangan bayi kita, posisi stunting kita prevalensinya 6,25 persen. Ini satu hal luar biasa dan tentunya bagaimana kita mengintervensi secara lengkap dan konkret, kita memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat,” kata Hendy.
Menurut Hendy, Pemerintah Kabupaten Jember selama ini telah memberikan bantuan sosial langsung tunai kepada warga, sehingga asupan gizi mereka tercukupi. “Sehingga mereka keluar dari (kondisi) stunting dengan cepat dan tepat,” katanya.
Hendy memuji kinerja Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang memimpin penanganan stunting di Jember. “Kami sangat percaya insyaallah stunting di Jember lambat laun akan kita tekan sampai zero stunting,” katanya.
Hendy mengatakan, Pemkab Jember memiliki Satuan Tugas J-Penting atau Jember Pusat Penanggulangan Stunting. “Ini bagian dari program kita menangani stunting secara komprehensif. Stunting bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, tapi seluruh stakeholder punya tanggung jawab yang sama, bagaimana kita berkolaborasi bersinergi menurunkan stunting,” jelasnya.
Penjelasan Hendy ini mendapat kritik dari Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2. “Belanja expenditure yang Panjenengan keluarkan Rp 3,4 triliun. Tapi penurunan angka stunting sangat landai. Maka jangan punya prinsip alon-alon pokok kelakon. Kita butuh lompatan-lompatan, kebijakan yang out of the box, karena stunting bukan kondisi gizi buruk. Harus ada strategi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” katanya.
Fawait mengatakan, persiapan mengatasi stunting harus diawali sebelum pasangan suami istri menikah dengan menggandeng komunitas perempuan, yang kemudian dilanjutkan saat masa kehamilan calon ibu, dan saat melahirkan.
Fawait percaya, jika ada kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang, angka stunting bisa turun drastis. “Maka kalau kami diberi kesempatan, kami akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, bersinergi dengan Pak Prabowo, Ketua Umum kami, untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Jember,” katanya.
Saat diberi kesempatan kembali untuk bicara, Hendy menegaskan kembali, bahwa Kabupaten Jember termasuk dalam 20 kabupaten terbaik di Jatim yang berhasil menurunkan angka stunting. “Paslon 02 kayaknya belum agak detail ya,” katanya.
Hendy mengatakan, sudah melakukan semua langkah komprehensif untuk menurunkan stunting. “Total sudah kita kerjakan semua. Jember sangat istimewa. Monggo dicek. Kami sudah membuka, memberikan buku kinerja kami, kami share ke seluruh masyarakat Jember. Esensinya kami pelayan masyarakat Jember, sudah kami bagikan apa sudah kami kerjakan. Silakan dicek jika di situ ada kekeliruan angka,” katanya.
Debat kandidat, menurut Hendy, hendaknya menampilkan berita yang benar. “Sehingga masyarakat Jember bisa memilih yang terbaik, bagaimana ke depan bisa melanjutkan. Apakah kami calon bupati periode berikutnya akan menyampaikan sesuatu yang tidak benar, itu tidak mungkin kami lakukan,” katanya.
Tema debat perdana ini adalah Penguatan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Kabupaten Jember. Ada lima subtema yang diambil, yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, keberlanjutan ekologi dan energi, dan pengangguran maupun lapangan pekerjaan.
Tema debat perdana ini adalah Penguatan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Kabupaten Jember. Ada lima subtema yang diambil, yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, keberlanjutan ekologi dan energi, dan pengangguran maupun lapangan pekerjaan.
Dua pasangan kandidat yang berhadapan adalah pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman diusung PDI Perjuangan, dan Muhammad Fawait berpasangan dengan Djoko Susanto dan diusung koalisi Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, Golkar, PPP, dan PAN. [wir]






