Jombang (beritajatim.com) – Dua tokoh alim, Buya Yahya dan Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun, berkunjung secara berurutan ke Kampus Alam DeDurian Park, sebuah pusat pelatihan dan wisata edukasi yang terletak di Wonosalam Kabupaten Jombang.
Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park, dengan gembira mengungkapkan, “Alhamdulillah, setelah kemarin kedatangan Buya Yahya, pemimpin Pesantren Al Bahja Cirebon, hari ini, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun, pengasuh Pesantren Dalwa Bangil, juga berkenan untuk beristirahat di DeDurian Park.”
“Ini adalah berkah yang luar biasa bagi kami. Kami merasa sangat bahagia dan seperti mendapatkan hadiah yang tak ternilai. Doa dari keduanya adalah kekuatan bagi kami,” tambah Yusron, Minggu (1/10/2023).
Buya Yahya adalah murid dari Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun. “Beliau adalah guru dan ayah bagi kami. Masya Allah, kami merasa sangat bahagia,” komentar Buya Yahya melalui pesan suara saat mendengar tentang kehadiran Habib Ali Zainal Abidin.
Kunjungan Buya Yahya ke DeDurian Park dalam rangka peletakan batu pertama Pesantren Al Bahja Wonosalam, dan Yusron kebetulan menjadi salah satu tuan rumahnya. Buya Yahya berharap, “Kami mendoakan agar seluruh tim DeDurian Park semakin ikhlas dalam melayani masyarakat dan istiqomah dalam menjalankan amanah.”
BACA JUGA:
Guru Besar Unair Hadiri Peluncuran Resto Peduli Alam di Wonosalam Jombang
Sementara itu, kunjungan Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun adalah sebagai bagian dari peristirahatan sejenak dalam misi dakwahnya di Jombang. “Kami telah mendoakan agar DeDurian Park menjadi tempat yang penuh berkah dan manfaat,” ujarnya.
Kiai Sunartib Fadlan, yang menyaksikan peristiwa ini, menjelaskan bahwa DeDurian Park, Seida Estate, serta masjid dan fasilitas umum yang ada di dalamnya adalah manifestasi dari keikhlasan, kepasrahan, kerja keras, manajemen yang ketat, dan cinta kasih kepada siapapun yang berjuang di dalamnya.

“Semua ini adalah permata mulia yang sangat langka, dan semua ini adalah anugerah dari Allah kepada Kiai Yusron Aminulloh, yang lahir dalam keluarga yang berjuang demi Allah,” tegasnya.
“Kita semua dapat belajar banyak dari mereka. Semua ini memerlukan komitmen, kerja sama, dan pemikiran yang mendalam, tetapi lebih dari itu, ujian-ujian yang harus dihadapi juga tidaklah mudah. Cak Yus (Kiai Yusron) telah membuktikan bahwa beliau adalah orang yang terpilih untuk kemuliaan ini,” pungkasnya. [suf]






