Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan maut yang melibatkan angkutan penumpang umum kembali terjadi di jalur bebas hambatan dan mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Insiden fatal yang terjadi di KM 816 / A Tol Pasuruan-Probolinggo ini sempat memicu kemacetan arus lalu lintas dari arah barat.
Peristiwa bermula saat armada bus melaju di lajur lambat dari arah Pasuruan menuju Probolinggo dengan kondisi cuaca yang sebenarnya cukup cerah. Namun, laju kendaraan mendadak oleng hingga menghantam bagian belakang truk tangki trailer bermuatan tetes tebu yang berjalan searah di depannya.
“Kendaraan bus oleng dikarenakan sopir kurang konsentrasi, sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Akibatnya bodi bagian depan dan kiri kendaraan ringsek parah, sementara truk tangki mengalami kerusakan di bamper belakang,” ungkap Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, Kamis (18/6).
Dugaan sementara mengenai penyebab hilangnya kendali setir mengarah pada kondisi fisik pengemudi yang nekat mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Dugaan tersebut menguat setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa ruang kemudi tak lama setelah tabrakan terjadi.
“Drivernya waktu di TKP sampai sekarang tidak ditemukan, hanya ditemukan miras saja di dekatnya bangku sopir,” tambah. Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengejaran terhadap pengemudi bus yang melarikan diri dan mengabaikan tanggung jawabnya.
Berdasarkan data evakuasi, satu orang korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan beberapa penumpang yang luka masih dalam proses pendataan medis. Seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Pasuruan guna penanganan lebih lanjut.
Petugas gabungan dari PJR Ditlantas Polda Jatim bersama pengelola tol bergerak cepat menepikan bangkai bus sejauh ratusan meter ke bahu jalan agar jalur utama bersih. Para pengguna jalan tol diimbau untuk selalu waspada dan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta bebas dari pengaruh minuman keras saat berkendara. (ada/but)






